Hah... lama gak ngeposting gara-gara gak ada inspirasi. Setelah lama memikirkan mau nulis apa akhirnya kepikiran juga bagaimana kalau ngelanjutin ceritaku yang kubuat hari Kamis tgl 1 Juli....
Akhirnya gadis kecil itu tinggal di rumah Adinda...
"Ini dia rumahku, rumah sederhana yang penuh keharmonisan didalamnya" kata Adinda sambil membuka pintu rumahnya "Cepatlah masuk gadis kecil, akan ku siapkan kau makanan dan baju untukmu". Gadis kecil itu lalu duduk di meja makan sambil mengamati rumah Adinda. "Ngomong-ngomong namamu siapa gadis kecil?" tanya Adinda sambil membuat makanan untuk gadis kecil tersebut, "Namaku Alice" jawab gadis kecil itu sambil makan makanan yang tadi dibuat Adinda. "Hei, Alice. Nama yang indah dan cocok sekali denganmu yang mempunyai nama itu. Kalau namaku Adinda" kata Adinda. "Hei, kak Adinda. Nama yang cocok juga untuk orang yang mempunyai nama itu" kata Alice kepada Adinda sambil tersenyum. "Kurasa makanan itu sudah habis, apa kau ingin tambah lagi Alice? karena tadi aku buat lumayan banyak jadi kalau kau ingin tambah akan kuambilkan" kata Adinda. "Oh, tak perlu. Terimakasih, makanan buatanmu sungguh enak." kata Alice sambil memegangi perutnya yang kekenyangan."Kalau begitu segeralah mandi. Untuk sementara kamu pakai bajuku dulu. Kurasa bajuku itu cocok dipakai olehmu, karena baju itu sudah tidak muat kupakai lagi." kata Adinda "Untuk sikat gigi dan handuk juga sudah aku siapkan bersama bajunya, sekarang segeralah mandi. Oh,ya...! baju ganti, handuk, dan sikat gigi sudah aku letakkan dimeja sebelah kamar mandi" kata Adinda menjelaskan.
Tak berapa lama terdengar suara ketukan pintu. Adinda membukakan pintu dan ternyata Faiz sudah pulang sambil membawa hewan yang berhasil ditangkapnya. "Oh, Faiz... sudah berapa kali aku katakan jangan menangkap burung-burung di hutan yang tak berdosa ini!" kata Adinda sambil marah-marah. "Mau bagaimana lagi memang hewan yang tersisa di hutan itu tinggal burung-burung seperti itu" jawab Faiz menjelaskan. "Ya sudahlah aku sedang malas berdebat denganmu" kata Adinda sambil mengganti-ganti chanel TV.
Disaat itu terdengar teriakan Faiz dan Alice. "Oh, ya ampun" gumam Adinda sambil menuju ke arah teriakan itu. "Kakak siapa dia?" tanya Faiz sambil setengah marah
"Oh, dia Alice. Dia tadi pagi aku temukan menangis di taman, dan kebetulan dia tak punya rumah jadi aku bawa dia ke rumah" kata Adinda menjelaskan.
"Tak bisakah tadi kau mengatakan padaku bahwa di kamar mandi ada orang?" tanya Faiz sambil marah
"Oh, maaf. Aku lupa kalau di kamar mandi ada orang. Ayolah, aku bilang aku sedang malas berdebat denganmu" jawab Adinda dengan tenang
" Kau memang......" jawab Faiz marah sambil berlalu. Sedangkan Adinda mengetuk pintu kamar mandi untuk memastikan Alice baik-baik saja. " Alice?" tanya Adinda mengecek Alice. " Ya, kak. Aku hampir selesai mandi" jawab Alice sambil sedikit berteriak. "Untunglah kamu baik-baik saja" jawab Adinda lirih.
Beberapa saat kemudian Alice selesai mandi dan menghampiri Adinda yang lagi menonton TV. "Alice, tadi kejadiannya gimana? Kamu beneran baik-baik saja kan? Kamu gak diapa-apain sama Faizkan?" tanya Adinda histeris. "Aku baik-baik saja kok kak, aku gak disentuh sama si Faiz. Ngomong-ngomong Faiz itu siapa ya kak?" tanya Alice dengan nada polos. "Faiz itu adik laki-lakiku. Dia lebih tua beberapa tahun darimu" jawab Adinda sambil melirik Faiz yang sedang makan di meja makan."Oh, itu kak yang namanya Faiz?" tanya Alice sambil melirik Faiz " Ehm.." jawab Adinda mengangguk. Ketika itu juga terdengar suara pintu diketuk....
Bersambung....
Yah, segitu dulu ya teman-teman yang bisa aku berikan. Kuharap secepatnya aku mendapatkan inspirasi agar cerita ini juga cepat selesai.


I'm short girl who has short hair and glasses. I'm fourteen going on fifteen years old. I live at small city in Indonesia. I love reading, eating, and ice cream. Leave a greeting in my chat box. Simple, unique, and weird.
More about me»
Label:
Iseng
0
Akhirnya, setelah menunggu lama datangnya Ijazah aku bisa mendapatkannya. Dan sekarang saya bukan lagi anak SD melainkan anak SMP. Nama blogku juga sudah aku ganti menjadi Blog Anak SMP, he.....he.....he....
Hari ini di depan kantor Kecamatan Manguharajo akan ada Ludruk. Ya, ludruk itu sebagai acara untuk memperingatinya Hari Jadi Kota Madiun yang ke-92. Wah,.....pasti rumahku ramai karena rumahku tidak terlalu jauh dari kantor kecamatan tersebut. Aku juga bisa berkumpul bersama-sama dengan teman-temanku dan juga saudaraku. Enaknya ngapain ya.... Bagaimana kalau bikin cerita aja.... Nih, ceritanya....
Pada suatu hari ada sebuah keluarga kecil yang hidup sederhana di sebuah desa terpencil. Keluarga tersebut terdiri dari Ayah, Ibu, dan dua anak mereka. Anak mereka bernama Adinda dan Faiz. Adinda adalah gadis cilik yang pintar, rajin, baik hati, dan suka menolong. Adinda senang sekali dengan binatang dan bunga. Sedangkan Faiz adalah anak laki-laki yang tak jauh beda dengan sifat Adinda, hanya bedanya Faiz suka tantangan dan anak yang cerdas.
Pada pagi hari yang cerah Adinda dan Faiz disuruh orang tua mereka untuk menjaga rumah karena kedua orang tua mereka akan pergi ke ladang. Kedua orang tua mereka memang bekerja di ladang setiap hari sehingga Adinda dan Faiz menjaga rumah mereka sampai sore. Tetapi diam-diam Adinda dan Faiz pergi bermain jika orang tua mereka sudah pergi ke ladang dan mereka akan pulang sore hari sebelum orang tua mereka pulang. Tiap pagi Adinda membersihkan rumah, mencuci baju, mencuci piring, menyirami bunga yang ada di halamannya, sedangkan Faiz ia membantu kakaknya membersihkan rumah.
Setelah kedua orang tua mereka berangkat bekerja di ladang, Adinda dan Faiz diam-diam pergi bermain. Adinda pergi ke taman bunga yang tidak begitu jauh dari rumahnya. Sedangkan Faiz, ia pergi menangkap burung di hutan bersama temannya. Biasanya burung yang berhasil mereka tangkap akan dibakar dan dimakan bersama-sama. Ketika Adinda sedang melihat-lihat bunga Adinda melihat seorang gadis kecil yang sedang menangis. Adinda mendekati anak itu itu dan bertanya" Hei, mengapa kamu menangis?" gadis kecil itu tak menjawabnya dan tangis gadis kecil itu semakin keras, Adinda bertanya kembali " Hei, Mengapa kamu menangis? Tenang saja aku bukan orang jahat kok, aku hanya ingin tahu mengapa kamu menangis. Mungkin aku bisa membantumu." gadis kecil itu berhenti menangis dan mengamati Adinda, gadis kecil itu menjawab " Benarkah kau bisa membantuku?" tanya gadis kecil itu kepada Adinda. " Tentu, aku akan membantumu semampuku" jawab Adinda bersemangat. Gadis kecil itu akhirnya bercerita kepada Adinda "Aku sebenarnya tinggal di desa seberang. Semula penduduk di desaku hidup tentram dan damai. Hingga pada suatu malam saat semua penduduk berpesta ria merayakan adanya kepala desa baru. Pada saat semua penduduk berdansa ria ada segerombolan binatang ganas yang menghisap darah para penduduk. Ketika itu aku bersama kakak perempuanku yang berada didalam rumah segara lari entah kearah mana. Aku dan kakak perempuanku lari dan terus lari, kami dikejar binatang itu. Akhirnya, kakak perempuanku memutuskan untuk berpencar. Dan hewan itu mengikuti kakak perempuanku. Dan sekarang aku sendirian tersesat disini dan tak punya apa-apa. Dan aku ingin menemukan kakak perempuanku dan keluargaku...!" dan tangis gadis kecil itu semakin menjadi-jadi " Bisakah kau membantuku?" tanya gadis kecil itu kepada Adinda. Adinda berfikir sejenak " Ehm..... mungkin aku bisa membantumu, kamu tidak punya tempat tinggalkan? Bagaimana kalau kau tinggal di rumahku?" kata Adinda menawari. " Oh, terimakasih tawarannya. Kalau boleh aku mau tinggal di rumahmu." Akhirnya gadis kecil itu tinggal di rumah Adinda.
Bersambung......
Teman-teman gimana ceritanya? Kalau jelek maklumi aja ya soalnya aku bukan penulis, lagian ini pertama kalinya aku bikin cerita bersambung. Mungkin lain kali aja aku lanjutin soalnya aku masih nyari ide untuk cerita ini agar lebih seru lagi, ok!
Hari ini di depan kantor Kecamatan Manguharajo akan ada Ludruk. Ya, ludruk itu sebagai acara untuk memperingatinya Hari Jadi Kota Madiun yang ke-92. Wah,.....pasti rumahku ramai karena rumahku tidak terlalu jauh dari kantor kecamatan tersebut. Aku juga bisa berkumpul bersama-sama dengan teman-temanku dan juga saudaraku. Enaknya ngapain ya.... Bagaimana kalau bikin cerita aja.... Nih, ceritanya....
Pada suatu hari ada sebuah keluarga kecil yang hidup sederhana di sebuah desa terpencil. Keluarga tersebut terdiri dari Ayah, Ibu, dan dua anak mereka. Anak mereka bernama Adinda dan Faiz. Adinda adalah gadis cilik yang pintar, rajin, baik hati, dan suka menolong. Adinda senang sekali dengan binatang dan bunga. Sedangkan Faiz adalah anak laki-laki yang tak jauh beda dengan sifat Adinda, hanya bedanya Faiz suka tantangan dan anak yang cerdas.
Pada pagi hari yang cerah Adinda dan Faiz disuruh orang tua mereka untuk menjaga rumah karena kedua orang tua mereka akan pergi ke ladang. Kedua orang tua mereka memang bekerja di ladang setiap hari sehingga Adinda dan Faiz menjaga rumah mereka sampai sore. Tetapi diam-diam Adinda dan Faiz pergi bermain jika orang tua mereka sudah pergi ke ladang dan mereka akan pulang sore hari sebelum orang tua mereka pulang. Tiap pagi Adinda membersihkan rumah, mencuci baju, mencuci piring, menyirami bunga yang ada di halamannya, sedangkan Faiz ia membantu kakaknya membersihkan rumah.
Setelah kedua orang tua mereka berangkat bekerja di ladang, Adinda dan Faiz diam-diam pergi bermain. Adinda pergi ke taman bunga yang tidak begitu jauh dari rumahnya. Sedangkan Faiz, ia pergi menangkap burung di hutan bersama temannya. Biasanya burung yang berhasil mereka tangkap akan dibakar dan dimakan bersama-sama. Ketika Adinda sedang melihat-lihat bunga Adinda melihat seorang gadis kecil yang sedang menangis. Adinda mendekati anak itu itu dan bertanya" Hei, mengapa kamu menangis?" gadis kecil itu tak menjawabnya dan tangis gadis kecil itu semakin keras, Adinda bertanya kembali " Hei, Mengapa kamu menangis? Tenang saja aku bukan orang jahat kok, aku hanya ingin tahu mengapa kamu menangis. Mungkin aku bisa membantumu." gadis kecil itu berhenti menangis dan mengamati Adinda, gadis kecil itu menjawab " Benarkah kau bisa membantuku?" tanya gadis kecil itu kepada Adinda. " Tentu, aku akan membantumu semampuku" jawab Adinda bersemangat. Gadis kecil itu akhirnya bercerita kepada Adinda "Aku sebenarnya tinggal di desa seberang. Semula penduduk di desaku hidup tentram dan damai. Hingga pada suatu malam saat semua penduduk berpesta ria merayakan adanya kepala desa baru. Pada saat semua penduduk berdansa ria ada segerombolan binatang ganas yang menghisap darah para penduduk. Ketika itu aku bersama kakak perempuanku yang berada didalam rumah segara lari entah kearah mana. Aku dan kakak perempuanku lari dan terus lari, kami dikejar binatang itu. Akhirnya, kakak perempuanku memutuskan untuk berpencar. Dan hewan itu mengikuti kakak perempuanku. Dan sekarang aku sendirian tersesat disini dan tak punya apa-apa. Dan aku ingin menemukan kakak perempuanku dan keluargaku...!" dan tangis gadis kecil itu semakin menjadi-jadi " Bisakah kau membantuku?" tanya gadis kecil itu kepada Adinda. Adinda berfikir sejenak " Ehm..... mungkin aku bisa membantumu, kamu tidak punya tempat tinggalkan? Bagaimana kalau kau tinggal di rumahku?" kata Adinda menawari. " Oh, terimakasih tawarannya. Kalau boleh aku mau tinggal di rumahmu." Akhirnya gadis kecil itu tinggal di rumah Adinda.
Bersambung......
Teman-teman gimana ceritanya? Kalau jelek maklumi aja ya soalnya aku bukan penulis, lagian ini pertama kalinya aku bikin cerita bersambung. Mungkin lain kali aja aku lanjutin soalnya aku masih nyari ide untuk cerita ini agar lebih seru lagi, ok!
Subscribe to:
Posts (Atom)

