Ini tes aku nemuin di internet... Seru lhoo... Ayo coba..
Peserta harus berjanji :
~Jangan Membaca JAWABAN di bawahnya terlebih dahulu.
~Isi dulu Instruksi yang di minta
~Baca satu demi satu paragraph dengan teliti.
Bahan :
1.Pensil / Bolpen
2.Selembar Kertas
SELAMAT MENCOBA !
1.Pertama-tama tulis angka 1 sampai 11 di kertas secara vertical (kebawah)
2.Tulis angka yang kamu suka (antara 1-11) di nomor 1 dan 2.
3.Tulis 2 orang nama (lawan jenis)yang kamu kenal,masing-masing di
no. 3 dan 7.
4.Tulis 3 orang nama (sesama jenis) yang kamu kenal di no. 4,5,dan 6.
5.Di no. 8,9,10,dan 11 tulis judul lagu yang berbeda-beda.
6.Terakhir , tulis permohonan kamu.
Di bawah ini jawabannya :
1.Anda harus memberi tahu ke orang yang anda tulis di nomor.7 tentang Psikotest ini.
2.Orang yang anda tulis di nomor.3 adalah orang yang anda cintai.
3.Orang yang anda tulis di nomor.7 adalah orang yang anda suka tetapi bertepuk sebelah tangan.
4.Orang yang anda tulis di nomor.4 adalah orang yang anda rasa penting bagi hidup anda.
5.Di nomor.5 adalah orang yang paling mengerti tentang anda.
6.Orang yang anda tulis di nomor.6 adalah orang yang membawa keberuntungan bagi anda.
7.lagu yang anda tulis di nomor.8 adalah lagu yang ditujukan untuk nomor.3
8.Lagu yang anda tulis di nomor.9 adalah lagu yang ditujukan untuk nomor.7
9.Lagu yang anda tulis di nomor.10 adalah lagu yang melukiskan apa yang ada di hati anda.
10.Terakhir,lagu yang anda tulis di nomor.11 adalah lagu yang melukiskan kisah hidup anda..
Gimana? Ada yang benar gak?Kalau jawabanku sih ada yang bener ada yang enggak...
........
.......
......
.......
Inilah Jawabanku.
1. 9
2. The Lucky 7
3.***** (disensor, bisa marah orangnya kalau pas baca blog ini)
4. Oky (kakakku)
5. Tata
6. Unon
7. **** (disensor, bisa jadi gosip yang gak bener)
8. If I Ain't Got you - Alicia Keys
9. The Call - Regina Spektor
10. Kecewa - BCL
11. Bound To You - Christina Aguilera
Permohonanku : Yah, semoga test ini gak berakibat yang aneh-aneh.
Yah.... itulah jawabanku, walaupun permohonannya agak nyeleneh.


I'm short girl who has short hair and glasses. I'm fourteen going on fifteen years old. I live at small city in Indonesia. I love reading, eating, and ice cream. Leave a greeting in my chat box. Simple, unique, and weird.
More about me»
Showing posts with label Iseng. Show all posts
Showing posts with label Iseng. Show all posts
I miss you my blog...!!! Lama enggak nge-blog....
Ok, saya akan melanjutkan cerita saya...
Hari ketiga dan keempat adalah hari yang membosankan....
~HARI KETIGA~
DEHIDRASI YANG TAK KUNJUNG PERGI
Hari ketiga di Yogjakarta adalah hari yang paling menyiksa karena hawanya bikin gerah. Aku dan kakakku sempat mengalami dehidrasi, rasanya seperti dipanggang. Kenapa di hari natal seperti ini hawanya panas sekali? Aku dan kakakku keluar untuk beli makanan dan minuman yang segar. Untuk minuman aku dan kakakku membeli jus sedangkan makanannya takoyaki. Tahukah kalian takoyaki itu? untuk mengetahuinya cari saja di mbah google. Kami menikmati makanan dan minuman kami di tempat karena di kostnya kakakku pasti terasa gerah. Emm.... Takoyakinya sungguh lezat dan jusnya sungguh segar. Setelah kenyan kami langsung pulang tapi kami mau mengambil baju kakakku yang di laundri dulu. Saat perjalanan kesana kami melihat toko yang menjual dvd *punya feeling, kakakku bakal pake duitku*. Beneran deh, kakakku mampir ke sana dulu sambil memilih dvd. Kami beli lumayan banyak dvd sebagai ganti hari ini kami tidak keluar jalan-jalan. Dan yak, feelingku memang benar kakakku beli dvd pakai uangku. Tapi, gak apa-apa deh. Kan yang nonton juga aku. Setelah itu kami ngambil laundriannya kakakku dan kembali ke kos. Sampai di kos kami kembali diterjang dehidrasi. Astaga.... ada apa sih ini? jelas-jelas tadi aku ngerasa dehidrasi hilang saat minum jus. Dan beneran aku udah kenyang dan gak haus lagi. Tapi, kenapa sampai kos aku haus lagi? Tahu gitu sih aku bawa pulang minumannya dan beli 4 jus sekaligus. Sampai di kos aku langsung melihat film yang aku beli lagi. Enaknya tiduran di lantai biar enggak gerah. Ternyata benar, tidur di lantai lumayan ngilangin gerah. Tapi, aku kebawa ngantuk dan tidur pulas. Itu memuatku melupakan dehidrasiku. Bangun-bangun udah malem. Oh.... aku tidur dengan baik kalau gitu.
~HARI KEEMPAT~
DEHIDRASI MENGHILANG HUJAN DATANG
Hari keempat sama seperti hari ketiga. Hari yang membosankan. Tapi, pada hari ketiga aku dilanda dehidrasi berbeda dengan hari keempat ini. Hari keempat hujan terus mengguyur. Ok, hujan sungguh menguji kesabaranku. Untuk dua hari ini aku enggak kemana-mana membuatku bosan setengah hidup. Tapi, enggak apa-apa ada temanku yang sms aku. Itu membuatku agak terhibur.
Fiuh.... hujan semakin deras. Ini seperti badai, enggak mau keluar kos ahh.... takut sama anginnya. Hujan udah agak reda... ayo beli oleh-oleh...!!!
BAU APA INI !!!
Aku dan kakaku pergi ke tempat pusat oleh-oleh di Yogjakarta. Disana baunya aneh banget. Baunya seperti dupa yang membuatku agak pening. Bener-bener deh baunya aneh.... Dan emang benar ini memang bau dupa. Buktinya saat aku keliling ruangan aku melihat ada dupa. Ternyata toko ini sudah berdiri sejak dulu. Dan apakah ini memang ciri khas toko ini? Bau dupa? Aku disini ingin beli oleh-oleh untuk keluarga dirumah. Sesuai titipan ibu dan bapak, aku beli 1 kemeja batik, 2 daster cantik, dan 1 kaos. Oh...no, ini yang membuat aku bokek. Aku menghabiskan uang dengan membeli oleh-oleh ini. Waktu berkeliling, aku melihat barang-barang cantik yang sungguh menggoda dompet. Pingin deh rasanya beli cinderamata yang cantik ini.
Ok, sory banget kalau ceritanya garing. Soalnya aku lagi nggak ada inspirasi untuk mengolah kata. Dan makasih buat temanku yang memuji blogku ini. See you.... I'll be back...
Ok, saya akan melanjutkan cerita saya...
Hari ketiga dan keempat adalah hari yang membosankan....
~HARI KETIGA~
DEHIDRASI YANG TAK KUNJUNG PERGI
Hari ketiga di Yogjakarta adalah hari yang paling menyiksa karena hawanya bikin gerah. Aku dan kakakku sempat mengalami dehidrasi, rasanya seperti dipanggang. Kenapa di hari natal seperti ini hawanya panas sekali? Aku dan kakakku keluar untuk beli makanan dan minuman yang segar. Untuk minuman aku dan kakakku membeli jus sedangkan makanannya takoyaki. Tahukah kalian takoyaki itu? untuk mengetahuinya cari saja di mbah google. Kami menikmati makanan dan minuman kami di tempat karena di kostnya kakakku pasti terasa gerah. Emm.... Takoyakinya sungguh lezat dan jusnya sungguh segar. Setelah kenyan kami langsung pulang tapi kami mau mengambil baju kakakku yang di laundri dulu. Saat perjalanan kesana kami melihat toko yang menjual dvd *punya feeling, kakakku bakal pake duitku*. Beneran deh, kakakku mampir ke sana dulu sambil memilih dvd. Kami beli lumayan banyak dvd sebagai ganti hari ini kami tidak keluar jalan-jalan. Dan yak, feelingku memang benar kakakku beli dvd pakai uangku. Tapi, gak apa-apa deh. Kan yang nonton juga aku. Setelah itu kami ngambil laundriannya kakakku dan kembali ke kos. Sampai di kos kami kembali diterjang dehidrasi. Astaga.... ada apa sih ini? jelas-jelas tadi aku ngerasa dehidrasi hilang saat minum jus. Dan beneran aku udah kenyang dan gak haus lagi. Tapi, kenapa sampai kos aku haus lagi? Tahu gitu sih aku bawa pulang minumannya dan beli 4 jus sekaligus. Sampai di kos aku langsung melihat film yang aku beli lagi. Enaknya tiduran di lantai biar enggak gerah. Ternyata benar, tidur di lantai lumayan ngilangin gerah. Tapi, aku kebawa ngantuk dan tidur pulas. Itu memuatku melupakan dehidrasiku. Bangun-bangun udah malem. Oh.... aku tidur dengan baik kalau gitu.
~HARI KEEMPAT~
DEHIDRASI MENGHILANG HUJAN DATANG
Hari keempat sama seperti hari ketiga. Hari yang membosankan. Tapi, pada hari ketiga aku dilanda dehidrasi berbeda dengan hari keempat ini. Hari keempat hujan terus mengguyur. Ok, hujan sungguh menguji kesabaranku. Untuk dua hari ini aku enggak kemana-mana membuatku bosan setengah hidup. Tapi, enggak apa-apa ada temanku yang sms aku. Itu membuatku agak terhibur.
Fiuh.... hujan semakin deras. Ini seperti badai, enggak mau keluar kos ahh.... takut sama anginnya. Hujan udah agak reda... ayo beli oleh-oleh...!!!
BAU APA INI !!!
Aku dan kakaku pergi ke tempat pusat oleh-oleh di Yogjakarta. Disana baunya aneh banget. Baunya seperti dupa yang membuatku agak pening. Bener-bener deh baunya aneh.... Dan emang benar ini memang bau dupa. Buktinya saat aku keliling ruangan aku melihat ada dupa. Ternyata toko ini sudah berdiri sejak dulu. Dan apakah ini memang ciri khas toko ini? Bau dupa? Aku disini ingin beli oleh-oleh untuk keluarga dirumah. Sesuai titipan ibu dan bapak, aku beli 1 kemeja batik, 2 daster cantik, dan 1 kaos. Oh...no, ini yang membuat aku bokek. Aku menghabiskan uang dengan membeli oleh-oleh ini. Waktu berkeliling, aku melihat barang-barang cantik yang sungguh menggoda dompet. Pingin deh rasanya beli cinderamata yang cantik ini.
Ok, sory banget kalau ceritanya garing. Soalnya aku lagi nggak ada inspirasi untuk mengolah kata. Dan makasih buat temanku yang memuji blogku ini. See you.... I'll be back...
Hi...blogger..
I already wrote my first days in Yogjakarta. So, I want write my second days in Yogjakarta....
AKU INGIN SEGERA KELUAR KAMAR KAKAKKU..!!!
Ok, gini ceritanya. Kemarin malam aku minum segelas jus buah dan segelas air putih. Biasanya sebelum tidur aku harus ke kamar kecil dulu. Tetapi, untuk kemarin malam aku lupa dengan kebiasaan itu. Itu yang menyebabkan aku harus bangun pagi-pagi karena ingin ke kamar kecil. Aku enggak bisa nahan ingin ke kamar kecil. Tapi, aku masih ngantuk berat. Dengan terpaksa aku harus bangun. Oh....tidak aku sungguh tidak bisa nahan ingin ke kamar kecil. Lalu aku lari untuk cepat membuka pintu. Aku harus membuka kuncinya terlebih dahulu. Tetapi, kenapa tidak bisa? Sial... kenapa harus terjadi disaat seperti ini. Oh..no..!!! aku enggak nahan lagi. Masa aku harus ngompol di kamar kosnya kakakku sih? Bikin malu aja.. Akhirnya aku berlari kecil mengelilingi kamar kakakku agar bisa menahannya. Aku mencoba sekali lagi untuk membuka kuncinya. Di putar beberapa kali pun aku tetap tidak bisa membukanya. Aku melirik kakakku yang sedang pulas tidur dan tidak menyadari ini semua. Aku mengomel sendiri di dalam hati. Aku berlari ketempat untuk menahannya lagi sambil mencoba memutar kuncinya ke kiri maupun kek kanan. Tidak bisa lagi... aku pun terus mencoba. Dan melirik ke bagian samping atas gagang pintu itu. Astaga...... Ternyata disamping atas pintu itu ada kunci lagi. Kunci itu tidak diputar seperti kunci pertama tadi melainkan digeser kesebelah kiri. Aku meratapi kebodohanku itu. Kenapa aku tidak sadar dengan kunci di samping atas gagang pintu tadi. Akhirnya aku bisa keluar dan menghembus nafas lega.
AYO, PERGI MENONTON LAGI..!!
Untuk yang kedua kalinya aku datang lagi ke bioskop ini setelah kemarin. Disini aku akan menghabiskan waktuku. Aku dan kakakku memesan banyak tiket untuk menonton film. Asyik... jadwal untuk hari ini aku akan nonton film "TRON". Aku dengar film ini bagus, jadi aku tidak menolak ketika diajak nonton. Dan tentunya aku juga beli tiket lagi untuk menonton fil "NARNIA3" yang kemarin dibatalkan. Hufp... untuk yang pertama aku nonton TRON terlebih dahulu. Dan aku suka ceritanya..!! Setelah itu aku harus menunggu untuk menonton NARNIA3. Aku menunggu hingga bosen. Ketika itu aku melihat ada tempat untuk bermain game. Asyik.... aku mengajak kakakku main game. Ye.... aku sedikit terhiburlah dengan itu. Ok, time's up dan waktunya menonton NARNIA3. Ceritanya bagus sekali, enggak kalah sama TRON. Setelah selesai aku dan kakakku harus segera keluar. Dan tahukah kalian, aku keluar dari bioskop jam 8 malam mkurang lebih. Sedangkan tadi aku masuk bioskop waktu siang. Saat perjalanan aku sungguh merasa ngantuk. Tanpa menyadari arah jalannya aku sadar ketika motor kakakku tiba-tiba berhenti di depan sebuah toko jam. Aku heran untuk apa aku kesini? Oh.... aku baru ingat, aku pernah meminta kakakku untuk mengantarku beli jam tangan. Asyik... dapat jam tangan baru. Dan sekaligus ini menjadi hadiahku untuk natal...
Ok, hanya segitu aja ceritanya soalnya waktuku lebih banyak kuhabiskan di bioskop dan ada beberapa sih yang lupa kejadiannya mungkin. Tunggu ceritaku yang lainnya ya...
I already wrote my first days in Yogjakarta. So, I want write my second days in Yogjakarta....
AKU INGIN SEGERA KELUAR KAMAR KAKAKKU..!!!
Ok, gini ceritanya. Kemarin malam aku minum segelas jus buah dan segelas air putih. Biasanya sebelum tidur aku harus ke kamar kecil dulu. Tetapi, untuk kemarin malam aku lupa dengan kebiasaan itu. Itu yang menyebabkan aku harus bangun pagi-pagi karena ingin ke kamar kecil. Aku enggak bisa nahan ingin ke kamar kecil. Tapi, aku masih ngantuk berat. Dengan terpaksa aku harus bangun. Oh....tidak aku sungguh tidak bisa nahan ingin ke kamar kecil. Lalu aku lari untuk cepat membuka pintu. Aku harus membuka kuncinya terlebih dahulu. Tetapi, kenapa tidak bisa? Sial... kenapa harus terjadi disaat seperti ini. Oh..no..!!! aku enggak nahan lagi. Masa aku harus ngompol di kamar kosnya kakakku sih? Bikin malu aja.. Akhirnya aku berlari kecil mengelilingi kamar kakakku agar bisa menahannya. Aku mencoba sekali lagi untuk membuka kuncinya. Di putar beberapa kali pun aku tetap tidak bisa membukanya. Aku melirik kakakku yang sedang pulas tidur dan tidak menyadari ini semua. Aku mengomel sendiri di dalam hati. Aku berlari ketempat untuk menahannya lagi sambil mencoba memutar kuncinya ke kiri maupun kek kanan. Tidak bisa lagi... aku pun terus mencoba. Dan melirik ke bagian samping atas gagang pintu itu. Astaga...... Ternyata disamping atas pintu itu ada kunci lagi. Kunci itu tidak diputar seperti kunci pertama tadi melainkan digeser kesebelah kiri. Aku meratapi kebodohanku itu. Kenapa aku tidak sadar dengan kunci di samping atas gagang pintu tadi. Akhirnya aku bisa keluar dan menghembus nafas lega.
AYO, PERGI MENONTON LAGI..!!
Untuk yang kedua kalinya aku datang lagi ke bioskop ini setelah kemarin. Disini aku akan menghabiskan waktuku. Aku dan kakakku memesan banyak tiket untuk menonton film. Asyik... jadwal untuk hari ini aku akan nonton film "TRON". Aku dengar film ini bagus, jadi aku tidak menolak ketika diajak nonton. Dan tentunya aku juga beli tiket lagi untuk menonton fil "NARNIA3" yang kemarin dibatalkan. Hufp... untuk yang pertama aku nonton TRON terlebih dahulu. Dan aku suka ceritanya..!! Setelah itu aku harus menunggu untuk menonton NARNIA3. Aku menunggu hingga bosen. Ketika itu aku melihat ada tempat untuk bermain game. Asyik.... aku mengajak kakakku main game. Ye.... aku sedikit terhiburlah dengan itu. Ok, time's up dan waktunya menonton NARNIA3. Ceritanya bagus sekali, enggak kalah sama TRON. Setelah selesai aku dan kakakku harus segera keluar. Dan tahukah kalian, aku keluar dari bioskop jam 8 malam mkurang lebih. Sedangkan tadi aku masuk bioskop waktu siang. Saat perjalanan aku sungguh merasa ngantuk. Tanpa menyadari arah jalannya aku sadar ketika motor kakakku tiba-tiba berhenti di depan sebuah toko jam. Aku heran untuk apa aku kesini? Oh.... aku baru ingat, aku pernah meminta kakakku untuk mengantarku beli jam tangan. Asyik... dapat jam tangan baru. Dan sekaligus ini menjadi hadiahku untuk natal...
Ok, hanya segitu aja ceritanya soalnya waktuku lebih banyak kuhabiskan di bioskop dan ada beberapa sih yang lupa kejadiannya mungkin. Tunggu ceritaku yang lainnya ya...
Hai.... para blogger!!
Terakhir kali aku posting yang berjanji akan mneceritakan pengalaman liburan di Yogjakarta.. Ok, aku akan cerita.
Aku datang ke Yogjakarta dengan naik kereta api bersama dengan ayahku. Karena kereta tersebut akan jalan waktu pagi, aku harus bangun lebih awal. Karena kami kesana waktunya mepet sekali dengan jadwal keberangkatan kereta. Sesampainya disana aku melihat antrian panjang di loket. Astaga... itu berarti kami harus mengantri terlebih dahulu untuk mendapatkan tiket. Dan yang berarti besar kemungkinan kami tidak dapat tempat duduk.
USAHA MASUK STASIUN KERETA API
Beberapa menit telah menunggu antrian yang panjang. Ayahku menyuruhku untuk masuk terlebih dahulu ke dalam kereta agar mendapat tempat duduk, lalu ayahku akan menyusulku nanti. Nah.. loh... bingung kan awalnya sih menolak dan ragu-ragu. Tetapi ayahku tetap memaksa. Ok, demi mendapatkan tempat duduk. Ketika sudah beberapa langkah, aku melihat penjaga pintu masuk stasiun kereta. Dan melihat penjaga tersebut meminta tiket masuk stasiun, aku melirik ke atas ternyata kalau mau masuk stasiun harus ada tiket dan berarti harus beli dulu. Mati luh... ini aku enggak bawa duit. Aku melirik ayahku yang dari tadi melihatku diam disana. Dan aku berbalik menghampirinya. Aku bilang bahwa kalau mau masuk harus ada tiketnya. Ayahku bilang enggak perlu pakai tiket langsung aja masuk. Hadeh... ini orang tua mau ngajarin anaknya jadi penyusup apa? Aku melangkah maju dengan ragu. Aku melambatkan langkahku. Aku melihat suara berisik di belakangku, aku melirik sedikit ke belakang. Hahaha... ada rombongan yang mau masuk stasiun. Aku menyingkir untuk membiarkan rombongan itu jalan terlebih dahulu. Setelah berada di belakang rombongan itu masuk sambil menyerahkan beberapa tiket aku juga ikut masuk dengan ekspresi biasa yang sebenarnya aku takut. Ok, usahaku untuk masuk kereta api sukses....!!!
MENCARI TEMPAT DUDUK
Ok, sekerang aku berpikir untuk mencari tempat duduk. Dan ternyata keretanya sudah ramai oleh penumpang. Aku memasuki gerbong pertama, well keadaanya sudah penuh. Kebanyakan penumpangnya sudah lumayan tua. Aku langsung berpikir munggkin orang-orang yang sudah cukup tua tersebut lebih biasa bangun pagi sehingga mendapat tempat duduk di gerbong pertama. Lalu menelusuri gerbong kedua mataku mencari cari tempat duduk kosong. Ternyata semua penuh, apa lagi ada sekalang pria yang dandananya berandal banget. Oh... tidak mereka melihatku sambil tersenyum dan bergeser memperlihatkan bahwa disana masih ada 1 tempat duduk kosong. Tahu begitu aku langsung sengaja turun kereta menuju gerbong selanjutnya. Dan aku memasuki gerbong ketiga, oh ternyata sama saja penuhnya. Di gerbong tiga ini penumpang bervariasi ada anak-anak, remaja, dan para orang tua. Tapi mataku menemukan 2 kursi kosong disana. Aku segera berjalan cepat agar tidak kedahuluan oleh penumpang lain. Begitu sampai aku langsung meletakkan tas besarku diatas dan tas punggungku di kursi sebelahku. Sepengetahuanku itu menandakan bahwa kursin tersebut sudah ada yang menempati. Aku merasa lega karena sudah menemukan tempat duduk. Dan kali ini mencari tempat duduk di kereta api sukses..!!
MENUNGGU AYAH MENYUSUL
Saat bersantai aku mengingat bahwa kursi yang aku tempati ini sudah kutempati untuk yang kedua kalinya. Aku masih ingat betul kursi ini. Dulu aku pernah menempatinya ketika pulang dari Yogjakarta. Aku sudah lupa dalam rangka apa aku datang ke Yogjakarta dulu dan itu pun cuman sehari saja disana. Aku juga masih ingat ketika waktu pulang aku membuka jajanku, ketika itu aku bingung mau membuang wadah jajan itu dimana. Ayahku merebutnya dariku dan melipatnya jadi kecil lalu menyelipkannya di sela-sela rongga jendela. Ketika itu juga terdengar pengumuman bahwa keretaku akan segera berangkat 5 menit lagi. Aku khawatir sekali bila ayahku tidak bisa datang menyusulku. Tanganku sudah bergetar menunggu ayahku membawa tiket kereta. Aku gelisah dan terus melihat ke arah jendela. Tetapi, aku tidak bisa menemukan sosok ayahku. Lalu tanpa kusadari ada seseorang menyentuh bahuku. Aku pun kaget seperti disengat listrik dan menengok kebelakan. Dan yak, ayahku sudah duduk disampingku. Fiuhh... leganya...
TIBA DI YOGJAKARTA
Sesudah menempuh berjalan menuju Yogjakarta, akhirnya kami tiba. Aku segera turun menyusul kakakku yang katanya sudah menungguku di stasiun. Tetapi tidak ayahku yang harus kembali lagi ke Madiun. Iya, ayahku hanya menemaniku saja lalu ayahku akan kembali lagi ke Madiun dan segera mengantar ibuku yang berencana pergi ke Bojonegoro untuk berlibur juga pastinya. Ketika kereta yang ayahku tumpangi sudah berangkat kemabali ke Madiun, aku dan kakakku langsung meninggalkan stasiun.
BAHASA JAWA HALUS MENJADI BAHASA INDONESIA DENGAN LOGAT ANAK JAKARTA
Dalam perjalanan keluar kakakku mengoceh tanpa henti dengan logat orang Jakarta banget. Nah, ini dia yang bikin bingung. Kakakku itu orang Madiun yang bahasa sehari-harinya bahasa Jawa ngoko, kuliah di Yogjakarta yang seharusnya memakai bahasa Jawa yang lebih halus. Tetapi, ini kok malah pakai bahasa Indonesia yang logatnya anak Jakarta banget. Aku mendengarnya sambil mengangguk-angguk saja. Ada tukang becak yang menawari kami, kakakku langsung menjawab " Mboten, pak." sambil menggunakan nada yang halus. What?? Apa-apaan ini? nada halus? Ok, kebingunganku bertambah setengah tingkat lagi. Kakakku jarang berbicara dengan nada halus kepada orang seperti itu.
NASI GUDEG TERASA ANEH DILIDAHKU
Sebelum ke tempat kos-nya, kakakku mengajakku makan nasi gudeg. Pertamanya sih aku menolak untuk itu karena aku enggak begitu lapar. Tapi, kakakku tetap memaksa, apa boleh buat lagi untuk itu. Kami memesan menurut kehendak masing-masing. Aku mencicipinya sambil menilai rasanya. Dan itu terasa aneh dilidahku. Rasanya terlalu manis menurutku, dan itu yang membuatku tidak terlalu menyukai gudeg. Aku bertanya-tanya dalam hati, apakah gudeg termasuk masakan sayur? Tapi, kenapa rasanya begitu manis menurut penilainnya lidahku? Aku tidak sanggup menghabiskan nasi gudegku. Tapi, aku tergoda sekali dengan lauk paha ayam itu. Tapi, paha ayam tersebut rasanya manis seperti gudeg. Bingungkan..?? Ok, aku akan menghabiskannya tapi, hanya paha ayamnya saja.
AKU DIKIRA ANAK YANG MENCARI UNIVERSITAS DI YOGJAKARTA
Sebelum masuk ke kamar kos-nya kakakku. Aku harus minta izin menginap dulu kepada ibu kos. Dengar-dengar cerita kakakku, ibu kos ini orangnya galak dan judes. Aku penasaran dengan galak dan judesnya ibu kos ini. Kakakku meminta izin kepada ibu kos agar memperbolehkanku untuk menginap disana selama seminggu. Kulihat ekspresi ibu kos itu tidak begitu setuju dengan pernyataan itu. "Seminggu? lho, kok lama sekali?" itulah yang aku dengar kata pertama yang diucapkan ibu kos. Ibu kos tersebut melihatku dari atas ke bawah sambil berkata "Mau kuliah disini ya. mau daftar dimana?" sambil menatapku. Aku terkejut mendengar itu, aku berpikir apakah ini effect dari orang yang suka marah? wajahku terlihat begitu tuakah sehingga dikira anak kuliah?. Kakakku menjawab sambil tertawa "Bukan bu, ini adik saya masih SMP liburan kesini" kulihat kakakku melirikku dan aku yakin kakakku tersenyum geli. Ibu kos itu terkejut dan menjawab " Oh.... masih SMP tho, Adikmu ya? Pantesan mirip kamu. Oh... ini kan hari libur" katanya sambil agak tertawa.
MENONTON FILM DI BIOSKOP
Setelah sampai dikamar kakakku segera menyuruhku mandi. Tunggu, aku kan tadi pagi sudah mandi, bahkan keramas sampai aku menggigil kedinginan. Mengingat hal itu aku menjadi malas mandi. Kakakku mengernyitkan dahi dan berkata bahwa wajahku terlihat kacau seperti belum mandi, baju yang aku pakai bau keringat, dan rambutku terlihat berantakan sekali (disimpulkan, aku seperti anak hilang). Oh, ok.. aku segera menuruti perintahnya. Setelah selesai aku bersiap-siap berangkat ke bioskop. Diluar cuaca sungguh panas, dan merasa panas ini lebih parah dari Madiun. Padahal dulu terakhir kali kesini bersama ayahku cuacanya bersahabat, cuacanya sungguh cerah dan tidak panas seperti sekarang. Sesampainya disana kakakku memesan 4 tiket. 2 tiket untuk memesan film "Gulive's Travel" dan 2 tiket lagi untuk " Narnia 3". Untuk pertama aku melihat film "Guliver's Travel", ceritanya cukup menarik, aku menikmati film tersebut. Kakakku sedikit mengantuk melihat film ini. Sungguh menyebalkan. Ketika film itu sudah selesai, aku bosan menunggu film Narnia3. Akhirnya aku keluar bersama kakakku. Aku mengajak kakakku ke mal. Kami ingin makan di McD*****. Kami mengantri di antrian yang cukup panjang. Tapi, waktu terus berjalan. Kakakku lagi memsan makanan dan kusadari ini sudah waktunya untuk menonton Narni3. Tetapi, sudah terlambat untuk menyadari itu. Kami harus makan makanan yang kami pesan tadi. Dan harus merelakan film Narnia3. Kami harus pulang dulu ke kos-nya kakakku.
Itulah kegiatanku di Yogjakarta hari pertama. Tunggu cerita berikutnya, ya..!!
Terakhir kali aku posting yang berjanji akan mneceritakan pengalaman liburan di Yogjakarta.. Ok, aku akan cerita.
Aku datang ke Yogjakarta dengan naik kereta api bersama dengan ayahku. Karena kereta tersebut akan jalan waktu pagi, aku harus bangun lebih awal. Karena kami kesana waktunya mepet sekali dengan jadwal keberangkatan kereta. Sesampainya disana aku melihat antrian panjang di loket. Astaga... itu berarti kami harus mengantri terlebih dahulu untuk mendapatkan tiket. Dan yang berarti besar kemungkinan kami tidak dapat tempat duduk.
USAHA MASUK STASIUN KERETA API
Beberapa menit telah menunggu antrian yang panjang. Ayahku menyuruhku untuk masuk terlebih dahulu ke dalam kereta agar mendapat tempat duduk, lalu ayahku akan menyusulku nanti. Nah.. loh... bingung kan awalnya sih menolak dan ragu-ragu. Tetapi ayahku tetap memaksa. Ok, demi mendapatkan tempat duduk. Ketika sudah beberapa langkah, aku melihat penjaga pintu masuk stasiun kereta. Dan melihat penjaga tersebut meminta tiket masuk stasiun, aku melirik ke atas ternyata kalau mau masuk stasiun harus ada tiket dan berarti harus beli dulu. Mati luh... ini aku enggak bawa duit. Aku melirik ayahku yang dari tadi melihatku diam disana. Dan aku berbalik menghampirinya. Aku bilang bahwa kalau mau masuk harus ada tiketnya. Ayahku bilang enggak perlu pakai tiket langsung aja masuk. Hadeh... ini orang tua mau ngajarin anaknya jadi penyusup apa? Aku melangkah maju dengan ragu. Aku melambatkan langkahku. Aku melihat suara berisik di belakangku, aku melirik sedikit ke belakang. Hahaha... ada rombongan yang mau masuk stasiun. Aku menyingkir untuk membiarkan rombongan itu jalan terlebih dahulu. Setelah berada di belakang rombongan itu masuk sambil menyerahkan beberapa tiket aku juga ikut masuk dengan ekspresi biasa yang sebenarnya aku takut. Ok, usahaku untuk masuk kereta api sukses....!!!
MENCARI TEMPAT DUDUK
Ok, sekerang aku berpikir untuk mencari tempat duduk. Dan ternyata keretanya sudah ramai oleh penumpang. Aku memasuki gerbong pertama, well keadaanya sudah penuh. Kebanyakan penumpangnya sudah lumayan tua. Aku langsung berpikir munggkin orang-orang yang sudah cukup tua tersebut lebih biasa bangun pagi sehingga mendapat tempat duduk di gerbong pertama. Lalu menelusuri gerbong kedua mataku mencari cari tempat duduk kosong. Ternyata semua penuh, apa lagi ada sekalang pria yang dandananya berandal banget. Oh... tidak mereka melihatku sambil tersenyum dan bergeser memperlihatkan bahwa disana masih ada 1 tempat duduk kosong. Tahu begitu aku langsung sengaja turun kereta menuju gerbong selanjutnya. Dan aku memasuki gerbong ketiga, oh ternyata sama saja penuhnya. Di gerbong tiga ini penumpang bervariasi ada anak-anak, remaja, dan para orang tua. Tapi mataku menemukan 2 kursi kosong disana. Aku segera berjalan cepat agar tidak kedahuluan oleh penumpang lain. Begitu sampai aku langsung meletakkan tas besarku diatas dan tas punggungku di kursi sebelahku. Sepengetahuanku itu menandakan bahwa kursin tersebut sudah ada yang menempati. Aku merasa lega karena sudah menemukan tempat duduk. Dan kali ini mencari tempat duduk di kereta api sukses..!!
MENUNGGU AYAH MENYUSUL
Saat bersantai aku mengingat bahwa kursi yang aku tempati ini sudah kutempati untuk yang kedua kalinya. Aku masih ingat betul kursi ini. Dulu aku pernah menempatinya ketika pulang dari Yogjakarta. Aku sudah lupa dalam rangka apa aku datang ke Yogjakarta dulu dan itu pun cuman sehari saja disana. Aku juga masih ingat ketika waktu pulang aku membuka jajanku, ketika itu aku bingung mau membuang wadah jajan itu dimana. Ayahku merebutnya dariku dan melipatnya jadi kecil lalu menyelipkannya di sela-sela rongga jendela. Ketika itu juga terdengar pengumuman bahwa keretaku akan segera berangkat 5 menit lagi. Aku khawatir sekali bila ayahku tidak bisa datang menyusulku. Tanganku sudah bergetar menunggu ayahku membawa tiket kereta. Aku gelisah dan terus melihat ke arah jendela. Tetapi, aku tidak bisa menemukan sosok ayahku. Lalu tanpa kusadari ada seseorang menyentuh bahuku. Aku pun kaget seperti disengat listrik dan menengok kebelakan. Dan yak, ayahku sudah duduk disampingku. Fiuhh... leganya...
TIBA DI YOGJAKARTA
Sesudah menempuh berjalan menuju Yogjakarta, akhirnya kami tiba. Aku segera turun menyusul kakakku yang katanya sudah menungguku di stasiun. Tetapi tidak ayahku yang harus kembali lagi ke Madiun. Iya, ayahku hanya menemaniku saja lalu ayahku akan kembali lagi ke Madiun dan segera mengantar ibuku yang berencana pergi ke Bojonegoro untuk berlibur juga pastinya. Ketika kereta yang ayahku tumpangi sudah berangkat kemabali ke Madiun, aku dan kakakku langsung meninggalkan stasiun.
BAHASA JAWA HALUS MENJADI BAHASA INDONESIA DENGAN LOGAT ANAK JAKARTA
Dalam perjalanan keluar kakakku mengoceh tanpa henti dengan logat orang Jakarta banget. Nah, ini dia yang bikin bingung. Kakakku itu orang Madiun yang bahasa sehari-harinya bahasa Jawa ngoko, kuliah di Yogjakarta yang seharusnya memakai bahasa Jawa yang lebih halus. Tetapi, ini kok malah pakai bahasa Indonesia yang logatnya anak Jakarta banget. Aku mendengarnya sambil mengangguk-angguk saja. Ada tukang becak yang menawari kami, kakakku langsung menjawab " Mboten, pak." sambil menggunakan nada yang halus. What?? Apa-apaan ini? nada halus? Ok, kebingunganku bertambah setengah tingkat lagi. Kakakku jarang berbicara dengan nada halus kepada orang seperti itu.
NASI GUDEG TERASA ANEH DILIDAHKU
Sebelum ke tempat kos-nya, kakakku mengajakku makan nasi gudeg. Pertamanya sih aku menolak untuk itu karena aku enggak begitu lapar. Tapi, kakakku tetap memaksa, apa boleh buat lagi untuk itu. Kami memesan menurut kehendak masing-masing. Aku mencicipinya sambil menilai rasanya. Dan itu terasa aneh dilidahku. Rasanya terlalu manis menurutku, dan itu yang membuatku tidak terlalu menyukai gudeg. Aku bertanya-tanya dalam hati, apakah gudeg termasuk masakan sayur? Tapi, kenapa rasanya begitu manis menurut penilainnya lidahku? Aku tidak sanggup menghabiskan nasi gudegku. Tapi, aku tergoda sekali dengan lauk paha ayam itu. Tapi, paha ayam tersebut rasanya manis seperti gudeg. Bingungkan..?? Ok, aku akan menghabiskannya tapi, hanya paha ayamnya saja.
AKU DIKIRA ANAK YANG MENCARI UNIVERSITAS DI YOGJAKARTA
Sebelum masuk ke kamar kos-nya kakakku. Aku harus minta izin menginap dulu kepada ibu kos. Dengar-dengar cerita kakakku, ibu kos ini orangnya galak dan judes. Aku penasaran dengan galak dan judesnya ibu kos ini. Kakakku meminta izin kepada ibu kos agar memperbolehkanku untuk menginap disana selama seminggu. Kulihat ekspresi ibu kos itu tidak begitu setuju dengan pernyataan itu. "Seminggu? lho, kok lama sekali?" itulah yang aku dengar kata pertama yang diucapkan ibu kos. Ibu kos tersebut melihatku dari atas ke bawah sambil berkata "Mau kuliah disini ya. mau daftar dimana?" sambil menatapku. Aku terkejut mendengar itu, aku berpikir apakah ini effect dari orang yang suka marah? wajahku terlihat begitu tuakah sehingga dikira anak kuliah?. Kakakku menjawab sambil tertawa "Bukan bu, ini adik saya masih SMP liburan kesini" kulihat kakakku melirikku dan aku yakin kakakku tersenyum geli. Ibu kos itu terkejut dan menjawab " Oh.... masih SMP tho, Adikmu ya? Pantesan mirip kamu. Oh... ini kan hari libur" katanya sambil agak tertawa.
MENONTON FILM DI BIOSKOP
Setelah sampai dikamar kakakku segera menyuruhku mandi. Tunggu, aku kan tadi pagi sudah mandi, bahkan keramas sampai aku menggigil kedinginan. Mengingat hal itu aku menjadi malas mandi. Kakakku mengernyitkan dahi dan berkata bahwa wajahku terlihat kacau seperti belum mandi, baju yang aku pakai bau keringat, dan rambutku terlihat berantakan sekali (disimpulkan, aku seperti anak hilang). Oh, ok.. aku segera menuruti perintahnya. Setelah selesai aku bersiap-siap berangkat ke bioskop. Diluar cuaca sungguh panas, dan merasa panas ini lebih parah dari Madiun. Padahal dulu terakhir kali kesini bersama ayahku cuacanya bersahabat, cuacanya sungguh cerah dan tidak panas seperti sekarang. Sesampainya disana kakakku memesan 4 tiket. 2 tiket untuk memesan film "Gulive's Travel" dan 2 tiket lagi untuk " Narnia 3". Untuk pertama aku melihat film "Guliver's Travel", ceritanya cukup menarik, aku menikmati film tersebut. Kakakku sedikit mengantuk melihat film ini. Sungguh menyebalkan. Ketika film itu sudah selesai, aku bosan menunggu film Narnia3. Akhirnya aku keluar bersama kakakku. Aku mengajak kakakku ke mal. Kami ingin makan di McD*****. Kami mengantri di antrian yang cukup panjang. Tapi, waktu terus berjalan. Kakakku lagi memsan makanan dan kusadari ini sudah waktunya untuk menonton Narni3. Tetapi, sudah terlambat untuk menyadari itu. Kami harus makan makanan yang kami pesan tadi. Dan harus merelakan film Narnia3. Kami harus pulang dulu ke kos-nya kakakku.
Itulah kegiatanku di Yogjakarta hari pertama. Tunggu cerita berikutnya, ya..!!
Halo..! Aku kembali untuk nge-blog dan aku akan ceritain tentang penyabutan gigiku yang amat sangat mengerikan *menurutku*
Saat sore sekitar jan setengah enam sore aku berencana berangkat ke dokter gigi dengan percaya diri karena sebelumnya ibuku mengatakan bahwa sebelum dicabut aku akan disuntik untuk dibius terlebih dahulu dan rasanya tidak begitu sakit hanya seperti digigit semut saja *aku lupa rasanya digigit semut*. Dan bodohnya aku percaya saja dengan hal itu. Sesampainya disana kami langsung dilayani karena masih sepi. Ayahku berbincang-bincang sejenak dengan dokternya sedangkan aku disuruh bersiap-siap. Ok, i'm ready..
Disana dokter mengecek gigiku terlebih dahulu. Aku disuruh kumur dan................................... dokter mengambil suntikan untuk membius gigiku *siap-siap kabur*. Aku hanya bisa pasrah saja melihat itu, sumpah perasanku takut banget. Dokter mendekatiku sambil membuka suntikannya. Terlihat jarum suntikan kecil itu dengan efek cahaya lampu yang membuat mataku silau. Dan yak mulutku terbuka dan suntik itu dengan lancar masuk mulutku dan menembus gusiku. Huwaaa..... waktu ditusuk sih gak terasa tapi waktu obatnya dikeluarkan sumpah sakit. Hampir nangis tapi selalu saja saat-saat gini dibutuhkan enggak bisa keluar. Dan ternyata enggak satu kali tapi dua kali. Gusi belakang dan gusi depan, hadeh.. waktu gusi yang belakang rasanya lebih parah sakitnya. Aku dibiarkan beberapa menit, mungkin biar obatnya bereaksi. Dan rasanya mulutku seperti menggembung. Sebelum gigiku dicabut gigiku dicetak terlebih dahulu. Dan sesi pencabutan adalah sesi yang menyeramkan bagiku, walaupun saat dicabut enggak terasa apa-apa. Aku disuruh membuka mulutku dan seseorang wanita yang sepertinya asistennya memegangi kepalaku dan yak dokter tersebut menarik-narik gigiku seperti akan mencabut paku yang menempel pada sebuah tembok yang tebal. Dan penderitaanku enggak berakhir. Aku sudah boleh pulang awalnya sih aku senang karena bisa terbebas dari itu. Ternyata beberapa menit sampai dirumah, rasanya nyeri banget. Ya udah aku tinggal tidur dengan rasa nyeri.
Saat sore sekitar jan setengah enam sore aku berencana berangkat ke dokter gigi dengan percaya diri karena sebelumnya ibuku mengatakan bahwa sebelum dicabut aku akan disuntik untuk dibius terlebih dahulu dan rasanya tidak begitu sakit hanya seperti digigit semut saja *aku lupa rasanya digigit semut*. Dan bodohnya aku percaya saja dengan hal itu. Sesampainya disana kami langsung dilayani karena masih sepi. Ayahku berbincang-bincang sejenak dengan dokternya sedangkan aku disuruh bersiap-siap. Ok, i'm ready..
Disana dokter mengecek gigiku terlebih dahulu. Aku disuruh kumur dan................................... dokter mengambil suntikan untuk membius gigiku *siap-siap kabur*. Aku hanya bisa pasrah saja melihat itu, sumpah perasanku takut banget. Dokter mendekatiku sambil membuka suntikannya. Terlihat jarum suntikan kecil itu dengan efek cahaya lampu yang membuat mataku silau. Dan yak mulutku terbuka dan suntik itu dengan lancar masuk mulutku dan menembus gusiku. Huwaaa..... waktu ditusuk sih gak terasa tapi waktu obatnya dikeluarkan sumpah sakit. Hampir nangis tapi selalu saja saat-saat gini dibutuhkan enggak bisa keluar. Dan ternyata enggak satu kali tapi dua kali. Gusi belakang dan gusi depan, hadeh.. waktu gusi yang belakang rasanya lebih parah sakitnya. Aku dibiarkan beberapa menit, mungkin biar obatnya bereaksi. Dan rasanya mulutku seperti menggembung. Sebelum gigiku dicabut gigiku dicetak terlebih dahulu. Dan sesi pencabutan adalah sesi yang menyeramkan bagiku, walaupun saat dicabut enggak terasa apa-apa. Aku disuruh membuka mulutku dan seseorang wanita yang sepertinya asistennya memegangi kepalaku dan yak dokter tersebut menarik-narik gigiku seperti akan mencabut paku yang menempel pada sebuah tembok yang tebal. Dan penderitaanku enggak berakhir. Aku sudah boleh pulang awalnya sih aku senang karena bisa terbebas dari itu. Ternyata beberapa menit sampai dirumah, rasanya nyeri banget. Ya udah aku tinggal tidur dengan rasa nyeri.
Lohalo...!!! Lama sekali enggak nge-blog gara-gara lagi sibuk ulangan... Nach mulai hari ini aku bebas nge-blog sepuasnya. Oh.. ya... beberapa hari ini aku lagi buat origami. Tahukan kalian tentang origami itu. Itu lhoo yang kesenian melipat asal Jepang. Aku penasaran cara buatnya.. Dan mitosnya adalah "Siapa yang berhasil membuat 1000 buah origami maka permintaanya akan terkabul" nach percaya gak??
Niatnya sih pingin buat 100 buah. Tapi, bakal pegel semua deh ini tangan. Tapi, kalau usaha dulu kan boleh juga hehehehe...
Oh, ya dengar-dengar nich disekolahanku ada sister school lhoo... Dan beberapa hari yang lalu aku cerita ke ibuku tentang sister school dan niatku yang ingin ikut sister school itu. Dan reaksi mereka terlalu... Masak keesokan harinya aku dibangunin kedua orang tuaku sambil teriak-teriak dan ngomong tentang sister school sambil gak jelas *itu karena aku masih ngantuk berat*. Lagiankan itu masih nanti kelas 8. Masih bisa santai aja... Antusias banget kedua orang tuaku. -.-'
Dan beritanya kali ini. Aku berniat untuk memakai kawat gigi, itu karena gigiku yang kurang rapi seperti kakakku dulu. Dan tadi barusan aku datang kesana sambil disambut hangat oleh dokter gigi tersebut karena kami sudah kenal cukup lama. Waktu dicek ternyata gigiku harus dicabut 4. What.....!!!!! *langsung pingsan*
Gila denger aja udah pingin pingsan. Apalagi nanti ngerasainnya... Hadeh... siap-siap aja deh besok untuk kehilangan 1 gigiku tersayang. Dan waktu disana juga, bapakku bilang "Kenapa enggak sekarang aja, cha?" aku jawab aja kalau aku sekarang belum siap. Dan bapakku bilang lagi "Enggak bisa langsung dicabut 4 sekalian aja?" Mendengar pernyataan tadi dari bapakku dalam hati aku bilang "What..!! Bapak macam apa itu? Masak teganya bilang gitu. Bisa-bisa mati rasa nanti mulutku." Lalu dokternya jawab " Jangan dong pak, kasihan anaknya. Bisa overdosis nanti" Hahaha... Akhirnya enggak jadi dicabut 4 gigi sekaligus *tersenyum menang*.Tapi, saat pulang aku masih ngebayangin bagaimana nanti rasanya kehilangan 4 gigi *merinding sendiri jadinya*.
Dan berita enggak enaknya aku besok harus datang jam 7 pagi untuk pengambilan penilaian gara-gara waktu hari itu aku enggak masuk sekolah. Hash... dan sialnya hanya aku sendiri. Hadeh.. Lagi-lagi ketiban sial gara-gara enggak masuk sekolah. Hari yang kemarin aku disuruh membuat kliping tentang semua macam-macam teks seperti anak-anak yang remidi padahalkan sebernernya tugasnya hanya buat 1 macam teks , sungguh sial diriku *nangis sambil guling-guling*. Dan waktunya cuman 2 hari *lumayanlah*. Saat dijelaskan itu aku punya akal untuk meminta filenya dari teman-teman dan guruku langsung bilang kalau enggak boleh minta temannya *rencana gagal*. Ya udah dech dengan berat hati aku mengerjakannya.
Kabar gembira.. nanti aku akan liburan ke Yogjakarta. Tapikan, Yogja habis kena banjir lahar. Padahal niatnya mau jalan-jalan ke malioboro. Tapi.... Ya sudahlah kita lihat saja nanti.
Niatnya sih pingin buat 100 buah. Tapi, bakal pegel semua deh ini tangan. Tapi, kalau usaha dulu kan boleh juga hehehehe...
Oh, ya dengar-dengar nich disekolahanku ada sister school lhoo... Dan beberapa hari yang lalu aku cerita ke ibuku tentang sister school dan niatku yang ingin ikut sister school itu. Dan reaksi mereka terlalu... Masak keesokan harinya aku dibangunin kedua orang tuaku sambil teriak-teriak dan ngomong tentang sister school sambil gak jelas *itu karena aku masih ngantuk berat*. Lagiankan itu masih nanti kelas 8. Masih bisa santai aja... Antusias banget kedua orang tuaku. -.-'
Dan beritanya kali ini. Aku berniat untuk memakai kawat gigi, itu karena gigiku yang kurang rapi seperti kakakku dulu. Dan tadi barusan aku datang kesana sambil disambut hangat oleh dokter gigi tersebut karena kami sudah kenal cukup lama. Waktu dicek ternyata gigiku harus dicabut 4. What.....!!!!! *langsung pingsan*
Gila denger aja udah pingin pingsan. Apalagi nanti ngerasainnya... Hadeh... siap-siap aja deh besok untuk kehilangan 1 gigiku tersayang. Dan waktu disana juga, bapakku bilang "Kenapa enggak sekarang aja, cha?" aku jawab aja kalau aku sekarang belum siap. Dan bapakku bilang lagi "Enggak bisa langsung dicabut 4 sekalian aja?" Mendengar pernyataan tadi dari bapakku dalam hati aku bilang "What..!! Bapak macam apa itu? Masak teganya bilang gitu. Bisa-bisa mati rasa nanti mulutku." Lalu dokternya jawab " Jangan dong pak, kasihan anaknya. Bisa overdosis nanti" Hahaha... Akhirnya enggak jadi dicabut 4 gigi sekaligus *tersenyum menang*.Tapi, saat pulang aku masih ngebayangin bagaimana nanti rasanya kehilangan 4 gigi *merinding sendiri jadinya*.
Dan berita enggak enaknya aku besok harus datang jam 7 pagi untuk pengambilan penilaian gara-gara waktu hari itu aku enggak masuk sekolah. Hash... dan sialnya hanya aku sendiri. Hadeh.. Lagi-lagi ketiban sial gara-gara enggak masuk sekolah. Hari yang kemarin aku disuruh membuat kliping tentang semua macam-macam teks seperti anak-anak yang remidi padahalkan sebernernya tugasnya hanya buat 1 macam teks , sungguh sial diriku *nangis sambil guling-guling*. Dan waktunya cuman 2 hari *lumayanlah*. Saat dijelaskan itu aku punya akal untuk meminta filenya dari teman-teman dan guruku langsung bilang kalau enggak boleh minta temannya *rencana gagal*. Ya udah dech dengan berat hati aku mengerjakannya.
Kabar gembira.. nanti aku akan liburan ke Yogjakarta. Tapikan, Yogja habis kena banjir lahar. Padahal niatnya mau jalan-jalan ke malioboro. Tapi.... Ya sudahlah kita lihat saja nanti.
Well, di kotaku sekarang sering banget hujan. Sampe-sampe sungai yang aku lewatin tiap hari saat berangkat sekolah meluap. Takut deh...
Hemm... Kemarin Tes Direktorat udah selesai tapi bukan berarti aku bisa senang-senang dan santai karena masih aja ada UAS 1. Huaahh... kenapa enggak hari Senin aja. Dan lagi-lagi untuk bulan ini di tempat lesku ada Ujian kenaikan semester. What... kenapa bulan Desember penuh dengan ujian. Waduh...
Oh, ya aku mau ngucapin Selamat Ulang Tahun untuk temanku Tata. Sebenarnya ulang tahunnya udah tanggal 9 Desember. Sory baru ngucapin sekarang di blog. Dia ualng tahun yang 13. Wah.. Udah saatnya jadi anak dewasa, tapi sifat dia tetap aja kayak anak kecil yang suka merengek. Tapi, soal kemampuannya aku beri jempol dah.. Karena dia pintarlah.. dan dia juga pernah menang juara 1 lomba spell bee di tempat les-lesan.
Ehm... apalagi ya...
Oh, ya... Akhir-akhir aku sering main Looklet. Ada yang pernah main ini gak?? Ehm... disini kita disuruh memadu padankan baju untuk seorang model. Disini modelnya bukan animasi lho. Tapi, orang asli. Mau lihat hasil buatanku.?? Lihat disini ocapunya. Kapan-kapan aku upload deh gambarnya.
Hemm... Kemarin Tes Direktorat udah selesai tapi bukan berarti aku bisa senang-senang dan santai karena masih aja ada UAS 1. Huaahh... kenapa enggak hari Senin aja. Dan lagi-lagi untuk bulan ini di tempat lesku ada Ujian kenaikan semester. What... kenapa bulan Desember penuh dengan ujian. Waduh...
Oh, ya aku mau ngucapin Selamat Ulang Tahun untuk temanku Tata. Sebenarnya ulang tahunnya udah tanggal 9 Desember. Sory baru ngucapin sekarang di blog. Dia ualng tahun yang 13. Wah.. Udah saatnya jadi anak dewasa, tapi sifat dia tetap aja kayak anak kecil yang suka merengek. Tapi, soal kemampuannya aku beri jempol dah.. Karena dia pintarlah.. dan dia juga pernah menang juara 1 lomba spell bee di tempat les-lesan.
Ehm... apalagi ya...
Oh, ya... Akhir-akhir aku sering main Looklet. Ada yang pernah main ini gak?? Ehm... disini kita disuruh memadu padankan baju untuk seorang model. Disini modelnya bukan animasi lho. Tapi, orang asli. Mau lihat hasil buatanku.?? Lihat disini ocapunya. Kapan-kapan aku upload deh gambarnya.
Wah.... lama enggak nge-blog. Kelihatannya akhir-akhir ini aku akan jarang nge-posting di blog. Karena banyak tugas dan banyak kegiatan. Apalagi sebentar lagi aku akan menghadapi ujian Direktorat. Walahhh... Pusing sekali... Tapi, tetap aku usahakan untuk nge-blog.
Ehm... aku mau nyeritain tentang kegiatanku kemarin. Gini ceritanya. Hari Jum'at kemarin aku dan teman-temanku ( Rosy, Iffana, dan Syafira. Kebetulan semuanya ikut ekstrakulikuler komputer) berencana sesudah pulang sekolah (pukul 11 kurang lebih) akan berjalan-jalan ke salah satu plaza yang ada di Madiun dari pada menunggu ekstrakulikuler komputer mulai pukul 1 siang. Oke... teman-teman yang lain setuju.
Jam tanda pulang sekolah bunyi. Aku dan teman-teman yang lain bergegas untuk keluar kelas. Tetapi, ada acara shalat Jum'at berjamaah disekolah. Mau gak mau kami harus ikut. Dan akhirnya kami ikut dan kami bisa menunda rencana kami ke plaza. Kami pikir shalatnya akan berlangsung cepat. Teranyata baru selesai jam 12 kurang lebih. Waduh... apa lagi Rosy mendapat tugas dari guru. Dan selesainya pun jam setengah 1. Ya udah deh... kita gak jadi jalan-jan di plaza. Tetapi salah satu dari kita mengusulkan, setelah kita selesai mempersentasikan hasil kita masing-masing. Kita langsung ijin pulang.
Dan ternyata boleh. Tanpa banyak kata, kami langsung mempersentasikan hasl kami dan let's go...oo...oo.. disana kami bermain game sampai puas... dpt byk kupon yang lumayan hasilnya bila ditukarkan. Dan kami mendapat 103 tiket.. Waooo..... Kami tukarkan dengan jajan. Dapet lumayan, bisa dibagi..
Setelah puas kami segera beranjak pulang. Sampai luar... Astaga... ada apa ini?? Kenapa begitu gelap?? Sudah maghribkah?? Aku kaget setengah mati.. Ohh... ternyata diluar mendung. Karena salah satu temanku ada yang sudah dijemput oleh orangtuanya disekolah.. dia mengajak kami kembali ke sekolah. Ok.. let's go..
Sampai ditengah jalan, kami dikeroyok Hujaaannnnn....!! Larii...!! Kami lari karena aku, dan 2 temanku membawa laptop... Akhirnya... sampai juga tepat hujan turun dengan deras. 2 temanku yang lain sudah pulang. Sedangkan aku dan Rosy masih menunggu di sekolah. Sebenarnya kalau tidak hujan kami akan langsung melanjutkan berangkat ke les bahasa inggris kami yang tidak begitu jauh sebenarnya. Kami aja sering banget berangkat les bersama setiap pulang esktrakulikuler bersama. Tapi, berhubung sekarang hujan deras apa daya kita berdua. Rasy mengusulkan untuk berangkat ke tempat les kami menggunakan becak. Ehmm... dipikir-pikir ide yang bagus. Lagian, kalau aku menelepon ibuku yang ada dirumah dan menyuruh ibuku menjeputku kasihan juga ibuku. Ok... aku setuju...
Kami istirahat sebentar di sekolah. Kami menunggu hujan reda sambil mencari kresek untuk tempat sepatu dan handphone kami. Tapi, enggak ketemu. Mau minta ke guru, kita malu. Dengan nekat Rosy mengajakku ke kantor guru. Ya udah apa daya mau tak mau toh aku juga harus ikut menemani Rosy. Setelah bilang ke guru kami diberi kresek yang gede banget. Akhirnya aku mempunya ide bagaimana kalau laptop kita berdua dujadikan satu di tasku dan dimasukkan kresek. Sedangkan untuk HP kita, kita masukkan ke dalam kresek yang tadi digunakan sebagai wadah jajan tadi. wkwkwk... cemerlang..
Akhirnya kita keluar memanggil tukang becak tersebut. Dan saat kejadian itu aku mencari kaca mataku tersayang. Aku gerayangin sakuku kok gak ada. Dan kucoba lagi kedua sakuku di rok.. enggak ada... Sial.. ternyata Rosy menemukannya jatuh di sekitarku... Oh God.. Thank's for everything. .
Tukang becak pun datang..!! Hahaha... aku sama Rosy kayak orang mau pindahan aja... Kami langsung bilang tempat tujuan kami dan naik... Go..go..go..
Diperjalanan, selalu... anak cewek.. berfoto-foto ria...!! wkwkwkwk...
Ehm... aku mau nyeritain tentang kegiatanku kemarin. Gini ceritanya. Hari Jum'at kemarin aku dan teman-temanku ( Rosy, Iffana, dan Syafira. Kebetulan semuanya ikut ekstrakulikuler komputer) berencana sesudah pulang sekolah (pukul 11 kurang lebih) akan berjalan-jalan ke salah satu plaza yang ada di Madiun dari pada menunggu ekstrakulikuler komputer mulai pukul 1 siang. Oke... teman-teman yang lain setuju.
Jam tanda pulang sekolah bunyi. Aku dan teman-teman yang lain bergegas untuk keluar kelas. Tetapi, ada acara shalat Jum'at berjamaah disekolah. Mau gak mau kami harus ikut. Dan akhirnya kami ikut dan kami bisa menunda rencana kami ke plaza. Kami pikir shalatnya akan berlangsung cepat. Teranyata baru selesai jam 12 kurang lebih. Waduh... apa lagi Rosy mendapat tugas dari guru. Dan selesainya pun jam setengah 1. Ya udah deh... kita gak jadi jalan-jan di plaza. Tetapi salah satu dari kita mengusulkan, setelah kita selesai mempersentasikan hasil kita masing-masing. Kita langsung ijin pulang.
Dan ternyata boleh. Tanpa banyak kata, kami langsung mempersentasikan hasl kami dan let's go...oo...oo.. disana kami bermain game sampai puas... dpt byk kupon yang lumayan hasilnya bila ditukarkan. Dan kami mendapat 103 tiket.. Waooo..... Kami tukarkan dengan jajan. Dapet lumayan, bisa dibagi..
Setelah puas kami segera beranjak pulang. Sampai luar... Astaga... ada apa ini?? Kenapa begitu gelap?? Sudah maghribkah?? Aku kaget setengah mati.. Ohh... ternyata diluar mendung. Karena salah satu temanku ada yang sudah dijemput oleh orangtuanya disekolah.. dia mengajak kami kembali ke sekolah. Ok.. let's go..
Sampai ditengah jalan, kami dikeroyok Hujaaannnnn....!! Larii...!! Kami lari karena aku, dan 2 temanku membawa laptop... Akhirnya... sampai juga tepat hujan turun dengan deras. 2 temanku yang lain sudah pulang. Sedangkan aku dan Rosy masih menunggu di sekolah. Sebenarnya kalau tidak hujan kami akan langsung melanjutkan berangkat ke les bahasa inggris kami yang tidak begitu jauh sebenarnya. Kami aja sering banget berangkat les bersama setiap pulang esktrakulikuler bersama. Tapi, berhubung sekarang hujan deras apa daya kita berdua. Rasy mengusulkan untuk berangkat ke tempat les kami menggunakan becak. Ehmm... dipikir-pikir ide yang bagus. Lagian, kalau aku menelepon ibuku yang ada dirumah dan menyuruh ibuku menjeputku kasihan juga ibuku. Ok... aku setuju...
Kami istirahat sebentar di sekolah. Kami menunggu hujan reda sambil mencari kresek untuk tempat sepatu dan handphone kami. Tapi, enggak ketemu. Mau minta ke guru, kita malu. Dengan nekat Rosy mengajakku ke kantor guru. Ya udah apa daya mau tak mau toh aku juga harus ikut menemani Rosy. Setelah bilang ke guru kami diberi kresek yang gede banget. Akhirnya aku mempunya ide bagaimana kalau laptop kita berdua dujadikan satu di tasku dan dimasukkan kresek. Sedangkan untuk HP kita, kita masukkan ke dalam kresek yang tadi digunakan sebagai wadah jajan tadi. wkwkwk... cemerlang..
Akhirnya kita keluar memanggil tukang becak tersebut. Dan saat kejadian itu aku mencari kaca mataku tersayang. Aku gerayangin sakuku kok gak ada. Dan kucoba lagi kedua sakuku di rok.. enggak ada... Sial.. ternyata Rosy menemukannya jatuh di sekitarku... Oh God.. Thank's for everything. .
Tukang becak pun datang..!! Hahaha... aku sama Rosy kayak orang mau pindahan aja... Kami langsung bilang tempat tujuan kami dan naik... Go..go..go..
Diperjalanan, selalu... anak cewek.. berfoto-foto ria...!! wkwkwkwk...
Huuaaahh...ngantuk...udah jam segini nich mata kok ya gak bisa nutup-nutup ya..??
Malem minggu tadi pada kemana nich? Kalau aku sih cukup dirumah aja. Dan tidak lupa lihat film juga. Bodohnya aku karena aku sendiri enggak tahu judul filmnya. Huh... capek deh...!
Oh.. ya.. kalau dilihat--lihat banyak banget temenku yang udah enggak aktif di dunia blogging atau pun jarang banget yang ngisi blog mereka sendiri-sendiri. Sedih deh... Untuk teman-teman ayo dong kita rajin nge-posting di blog. Jangan lupakan blog kalian. Nanti blog kalian engggak terurus dong...
Well, mau cerita nih seputar kegiatanku tadi. Kegiatanku tadi biasa-biasa aja sih mulai dari masuk sekolah pukul 06.30 (sempet telat sih, tapi kan ada temennya jadi gpp), terus pulang kerumah, dan tidur siang, dan enggak ada kerjaan sampe sekarang.
Dan tadi di sekolah ada pengumuman seperti biasa IB dimulai puku 06.30 dan hari Senin untuk kelas 7 RSBI pulang sekolah ada Bimbingan English Conversation. Oh... ya... kalau ngomong tentang Bimbingan English Conversation aku jadi ingat kalau hari Senin minggu lalu aku bolos ikut Bimbingan itu. Ceritanya begini, Saat itu bel tanda pulang berbunyi. Aku segera keluar kelas karena aku sudah bilang kepada ibuku untuk menjemputku pukul 12.30. Tanpa, basa basi lagi aku langsung memakai sepatuku dan keluar. Kulihat ibuku sudah menunggu di luar. Langsung deh aku hampiri dan pulang. Sampai rumah aku masih enggak ada filling apa-apa. Hingga keesokan harinya, aku masuk kelas dan salah satu temanku menghampiriku. Sambil berkata bahwa kemarin ada Bimbingan English Conversation sepulang sekolah. Mendengar itu aku langsung kaget. Dan aku sadar bahwa kejadian itu sudah berlangsung lagian bukan aku aja yang bolos. Banyak kok yang enggak ikut. Jadi, santai aja kali. Dan ternyata yang enggak ikut itu langsung kena point dari BK. Hadeh... yang ini aku gak bisa santai lagi. Pengumumannya aja kurang jelas kok masa kami enggak tahu kalau ada Bimbingan dan gak ikut langsung kena point. Ya.. sudahlah mau bagaimana lagi. Untuk besok Senin enggak boleh bolos lagi. Hehehe...
Eh, udah dulu ya... udah agak ngantuk dan kemungkinan bisa tidur nih...
Malem minggu tadi pada kemana nich? Kalau aku sih cukup dirumah aja. Dan tidak lupa lihat film juga. Bodohnya aku karena aku sendiri enggak tahu judul filmnya. Huh... capek deh...!
Oh.. ya.. kalau dilihat--lihat banyak banget temenku yang udah enggak aktif di dunia blogging atau pun jarang banget yang ngisi blog mereka sendiri-sendiri. Sedih deh... Untuk teman-teman ayo dong kita rajin nge-posting di blog. Jangan lupakan blog kalian. Nanti blog kalian engggak terurus dong...
Well, mau cerita nih seputar kegiatanku tadi. Kegiatanku tadi biasa-biasa aja sih mulai dari masuk sekolah pukul 06.30 (sempet telat sih, tapi kan ada temennya jadi gpp), terus pulang kerumah, dan tidur siang, dan enggak ada kerjaan sampe sekarang.
Dan tadi di sekolah ada pengumuman seperti biasa IB dimulai puku 06.30 dan hari Senin untuk kelas 7 RSBI pulang sekolah ada Bimbingan English Conversation. Oh... ya... kalau ngomong tentang Bimbingan English Conversation aku jadi ingat kalau hari Senin minggu lalu aku bolos ikut Bimbingan itu. Ceritanya begini, Saat itu bel tanda pulang berbunyi. Aku segera keluar kelas karena aku sudah bilang kepada ibuku untuk menjemputku pukul 12.30. Tanpa, basa basi lagi aku langsung memakai sepatuku dan keluar. Kulihat ibuku sudah menunggu di luar. Langsung deh aku hampiri dan pulang. Sampai rumah aku masih enggak ada filling apa-apa. Hingga keesokan harinya, aku masuk kelas dan salah satu temanku menghampiriku. Sambil berkata bahwa kemarin ada Bimbingan English Conversation sepulang sekolah. Mendengar itu aku langsung kaget. Dan aku sadar bahwa kejadian itu sudah berlangsung lagian bukan aku aja yang bolos. Banyak kok yang enggak ikut. Jadi, santai aja kali. Dan ternyata yang enggak ikut itu langsung kena point dari BK. Hadeh... yang ini aku gak bisa santai lagi. Pengumumannya aja kurang jelas kok masa kami enggak tahu kalau ada Bimbingan dan gak ikut langsung kena point. Ya.. sudahlah mau bagaimana lagi. Untuk besok Senin enggak boleh bolos lagi. Hehehe...
Eh, udah dulu ya... udah agak ngantuk dan kemungkinan bisa tidur nih...
Huwaa.... kelas 9 ada Try Out. Anak kelas 7 dan 8 masuk siang. Masuknya jam 8 *itu mah masih pagi bu..* ditambah lagi ada IB jadi masuknya jam 6.30 *Oalah.... sama aja tetep masuk pagi, ngantuk aku bu*
Tadi kelasku menempati kelas 7F. Sumpah... kelasnya... super bersih... saking bersihnya ada sedotan pun gak dibuang. Sampah bekas jajan berserakan. Kalau kelasku bukan jajan tapi malah kertas *sama aja sih*
Well, kondisiku hari ini agak enggak begitu sehat tapi ngantuk. Sempet dikelas nyuri-nyuri waktu buat tidur. Asyiknya enggak ada yang nyadar temen-temenku. Posisi pertama di bahunya Arien dan posisi kedua di mejanya Rosy. Kedua anak itu kagak nyadar kalau aku tidur beneran paling mereka kira aku cuman bohongan. Tapi, beneran enak deh tidur di kelas soalnya ada kipas anginnya jadi semilir-semilir gitu. Dan beruntungnya lagi gurunya enggak datang-datang waktuku bertambah deh.
Posisi pertama di bahu Arien. Bahunya enak banget rasanya empuk jadi kayak tidur di bantal dech. Sempet Arien mencurigaiku tidur beneran tapi aku segera bangun dan pura-pura nge-respon waktu diajak ngomong dia. Untuk seterusnya aku ngelanjutin tidur.
Untuk besok pingin banget tidur lagi tapi kagak bisa dech. Soalnya pelajarannya padat. Wish me lucky aja deh kalau gitu. Kalau bisa ya alhamdulillah kalau ketahuan ya forgive me my teacher.
Tadi kelasku menempati kelas 7F. Sumpah... kelasnya... super bersih... saking bersihnya ada sedotan pun gak dibuang. Sampah bekas jajan berserakan. Kalau kelasku bukan jajan tapi malah kertas *sama aja sih*
Well, kondisiku hari ini agak enggak begitu sehat tapi ngantuk. Sempet dikelas nyuri-nyuri waktu buat tidur. Asyiknya enggak ada yang nyadar temen-temenku. Posisi pertama di bahunya Arien dan posisi kedua di mejanya Rosy. Kedua anak itu kagak nyadar kalau aku tidur beneran paling mereka kira aku cuman bohongan. Tapi, beneran enak deh tidur di kelas soalnya ada kipas anginnya jadi semilir-semilir gitu. Dan beruntungnya lagi gurunya enggak datang-datang waktuku bertambah deh.
Posisi pertama di bahu Arien. Bahunya enak banget rasanya empuk jadi kayak tidur di bantal dech. Sempet Arien mencurigaiku tidur beneran tapi aku segera bangun dan pura-pura nge-respon waktu diajak ngomong dia. Untuk seterusnya aku ngelanjutin tidur.
Untuk besok pingin banget tidur lagi tapi kagak bisa dech. Soalnya pelajarannya padat. Wish me lucky aja deh kalau gitu. Kalau bisa ya alhamdulillah kalau ketahuan ya forgive me my teacher.
Hah... lama gak ngeposting gara-gara gak ada inspirasi. Setelah lama memikirkan mau nulis apa akhirnya kepikiran juga bagaimana kalau ngelanjutin ceritaku yang kubuat hari Kamis tgl 1 Juli....
Akhirnya gadis kecil itu tinggal di rumah Adinda...
"Ini dia rumahku, rumah sederhana yang penuh keharmonisan didalamnya" kata Adinda sambil membuka pintu rumahnya "Cepatlah masuk gadis kecil, akan ku siapkan kau makanan dan baju untukmu". Gadis kecil itu lalu duduk di meja makan sambil mengamati rumah Adinda. "Ngomong-ngomong namamu siapa gadis kecil?" tanya Adinda sambil membuat makanan untuk gadis kecil tersebut, "Namaku Alice" jawab gadis kecil itu sambil makan makanan yang tadi dibuat Adinda. "Hei, Alice. Nama yang indah dan cocok sekali denganmu yang mempunyai nama itu. Kalau namaku Adinda" kata Adinda. "Hei, kak Adinda. Nama yang cocok juga untuk orang yang mempunyai nama itu" kata Alice kepada Adinda sambil tersenyum. "Kurasa makanan itu sudah habis, apa kau ingin tambah lagi Alice? karena tadi aku buat lumayan banyak jadi kalau kau ingin tambah akan kuambilkan" kata Adinda. "Oh, tak perlu. Terimakasih, makanan buatanmu sungguh enak." kata Alice sambil memegangi perutnya yang kekenyangan."Kalau begitu segeralah mandi. Untuk sementara kamu pakai bajuku dulu. Kurasa bajuku itu cocok dipakai olehmu, karena baju itu sudah tidak muat kupakai lagi." kata Adinda "Untuk sikat gigi dan handuk juga sudah aku siapkan bersama bajunya, sekarang segeralah mandi. Oh,ya...! baju ganti, handuk, dan sikat gigi sudah aku letakkan dimeja sebelah kamar mandi" kata Adinda menjelaskan.
Tak berapa lama terdengar suara ketukan pintu. Adinda membukakan pintu dan ternyata Faiz sudah pulang sambil membawa hewan yang berhasil ditangkapnya. "Oh, Faiz... sudah berapa kali aku katakan jangan menangkap burung-burung di hutan yang tak berdosa ini!" kata Adinda sambil marah-marah. "Mau bagaimana lagi memang hewan yang tersisa di hutan itu tinggal burung-burung seperti itu" jawab Faiz menjelaskan. "Ya sudahlah aku sedang malas berdebat denganmu" kata Adinda sambil mengganti-ganti chanel TV.
Disaat itu terdengar teriakan Faiz dan Alice. "Oh, ya ampun" gumam Adinda sambil menuju ke arah teriakan itu. "Kakak siapa dia?" tanya Faiz sambil setengah marah
"Oh, dia Alice. Dia tadi pagi aku temukan menangis di taman, dan kebetulan dia tak punya rumah jadi aku bawa dia ke rumah" kata Adinda menjelaskan.
"Tak bisakah tadi kau mengatakan padaku bahwa di kamar mandi ada orang?" tanya Faiz sambil marah
"Oh, maaf. Aku lupa kalau di kamar mandi ada orang. Ayolah, aku bilang aku sedang malas berdebat denganmu" jawab Adinda dengan tenang
" Kau memang......" jawab Faiz marah sambil berlalu. Sedangkan Adinda mengetuk pintu kamar mandi untuk memastikan Alice baik-baik saja. " Alice?" tanya Adinda mengecek Alice. " Ya, kak. Aku hampir selesai mandi" jawab Alice sambil sedikit berteriak. "Untunglah kamu baik-baik saja" jawab Adinda lirih.
Beberapa saat kemudian Alice selesai mandi dan menghampiri Adinda yang lagi menonton TV. "Alice, tadi kejadiannya gimana? Kamu beneran baik-baik saja kan? Kamu gak diapa-apain sama Faizkan?" tanya Adinda histeris. "Aku baik-baik saja kok kak, aku gak disentuh sama si Faiz. Ngomong-ngomong Faiz itu siapa ya kak?" tanya Alice dengan nada polos. "Faiz itu adik laki-lakiku. Dia lebih tua beberapa tahun darimu" jawab Adinda sambil melirik Faiz yang sedang makan di meja makan."Oh, itu kak yang namanya Faiz?" tanya Alice sambil melirik Faiz " Ehm.." jawab Adinda mengangguk. Ketika itu juga terdengar suara pintu diketuk....
Bersambung....
Yah, segitu dulu ya teman-teman yang bisa aku berikan. Kuharap secepatnya aku mendapatkan inspirasi agar cerita ini juga cepat selesai.
Akhirnya gadis kecil itu tinggal di rumah Adinda...
"Ini dia rumahku, rumah sederhana yang penuh keharmonisan didalamnya" kata Adinda sambil membuka pintu rumahnya "Cepatlah masuk gadis kecil, akan ku siapkan kau makanan dan baju untukmu". Gadis kecil itu lalu duduk di meja makan sambil mengamati rumah Adinda. "Ngomong-ngomong namamu siapa gadis kecil?" tanya Adinda sambil membuat makanan untuk gadis kecil tersebut, "Namaku Alice" jawab gadis kecil itu sambil makan makanan yang tadi dibuat Adinda. "Hei, Alice. Nama yang indah dan cocok sekali denganmu yang mempunyai nama itu. Kalau namaku Adinda" kata Adinda. "Hei, kak Adinda. Nama yang cocok juga untuk orang yang mempunyai nama itu" kata Alice kepada Adinda sambil tersenyum. "Kurasa makanan itu sudah habis, apa kau ingin tambah lagi Alice? karena tadi aku buat lumayan banyak jadi kalau kau ingin tambah akan kuambilkan" kata Adinda. "Oh, tak perlu. Terimakasih, makanan buatanmu sungguh enak." kata Alice sambil memegangi perutnya yang kekenyangan."Kalau begitu segeralah mandi. Untuk sementara kamu pakai bajuku dulu. Kurasa bajuku itu cocok dipakai olehmu, karena baju itu sudah tidak muat kupakai lagi." kata Adinda "Untuk sikat gigi dan handuk juga sudah aku siapkan bersama bajunya, sekarang segeralah mandi. Oh,ya...! baju ganti, handuk, dan sikat gigi sudah aku letakkan dimeja sebelah kamar mandi" kata Adinda menjelaskan.
Tak berapa lama terdengar suara ketukan pintu. Adinda membukakan pintu dan ternyata Faiz sudah pulang sambil membawa hewan yang berhasil ditangkapnya. "Oh, Faiz... sudah berapa kali aku katakan jangan menangkap burung-burung di hutan yang tak berdosa ini!" kata Adinda sambil marah-marah. "Mau bagaimana lagi memang hewan yang tersisa di hutan itu tinggal burung-burung seperti itu" jawab Faiz menjelaskan. "Ya sudahlah aku sedang malas berdebat denganmu" kata Adinda sambil mengganti-ganti chanel TV.
Disaat itu terdengar teriakan Faiz dan Alice. "Oh, ya ampun" gumam Adinda sambil menuju ke arah teriakan itu. "Kakak siapa dia?" tanya Faiz sambil setengah marah
"Oh, dia Alice. Dia tadi pagi aku temukan menangis di taman, dan kebetulan dia tak punya rumah jadi aku bawa dia ke rumah" kata Adinda menjelaskan.
"Tak bisakah tadi kau mengatakan padaku bahwa di kamar mandi ada orang?" tanya Faiz sambil marah
"Oh, maaf. Aku lupa kalau di kamar mandi ada orang. Ayolah, aku bilang aku sedang malas berdebat denganmu" jawab Adinda dengan tenang
" Kau memang......" jawab Faiz marah sambil berlalu. Sedangkan Adinda mengetuk pintu kamar mandi untuk memastikan Alice baik-baik saja. " Alice?" tanya Adinda mengecek Alice. " Ya, kak. Aku hampir selesai mandi" jawab Alice sambil sedikit berteriak. "Untunglah kamu baik-baik saja" jawab Adinda lirih.
Beberapa saat kemudian Alice selesai mandi dan menghampiri Adinda yang lagi menonton TV. "Alice, tadi kejadiannya gimana? Kamu beneran baik-baik saja kan? Kamu gak diapa-apain sama Faizkan?" tanya Adinda histeris. "Aku baik-baik saja kok kak, aku gak disentuh sama si Faiz. Ngomong-ngomong Faiz itu siapa ya kak?" tanya Alice dengan nada polos. "Faiz itu adik laki-lakiku. Dia lebih tua beberapa tahun darimu" jawab Adinda sambil melirik Faiz yang sedang makan di meja makan."Oh, itu kak yang namanya Faiz?" tanya Alice sambil melirik Faiz " Ehm.." jawab Adinda mengangguk. Ketika itu juga terdengar suara pintu diketuk....
Bersambung....
Yah, segitu dulu ya teman-teman yang bisa aku berikan. Kuharap secepatnya aku mendapatkan inspirasi agar cerita ini juga cepat selesai.
Akhirnya, setelah menunggu lama datangnya Ijazah aku bisa mendapatkannya. Dan sekarang saya bukan lagi anak SD melainkan anak SMP. Nama blogku juga sudah aku ganti menjadi Blog Anak SMP, he.....he.....he....
Hari ini di depan kantor Kecamatan Manguharajo akan ada Ludruk. Ya, ludruk itu sebagai acara untuk memperingatinya Hari Jadi Kota Madiun yang ke-92. Wah,.....pasti rumahku ramai karena rumahku tidak terlalu jauh dari kantor kecamatan tersebut. Aku juga bisa berkumpul bersama-sama dengan teman-temanku dan juga saudaraku. Enaknya ngapain ya.... Bagaimana kalau bikin cerita aja.... Nih, ceritanya....
Pada suatu hari ada sebuah keluarga kecil yang hidup sederhana di sebuah desa terpencil. Keluarga tersebut terdiri dari Ayah, Ibu, dan dua anak mereka. Anak mereka bernama Adinda dan Faiz. Adinda adalah gadis cilik yang pintar, rajin, baik hati, dan suka menolong. Adinda senang sekali dengan binatang dan bunga. Sedangkan Faiz adalah anak laki-laki yang tak jauh beda dengan sifat Adinda, hanya bedanya Faiz suka tantangan dan anak yang cerdas.
Pada pagi hari yang cerah Adinda dan Faiz disuruh orang tua mereka untuk menjaga rumah karena kedua orang tua mereka akan pergi ke ladang. Kedua orang tua mereka memang bekerja di ladang setiap hari sehingga Adinda dan Faiz menjaga rumah mereka sampai sore. Tetapi diam-diam Adinda dan Faiz pergi bermain jika orang tua mereka sudah pergi ke ladang dan mereka akan pulang sore hari sebelum orang tua mereka pulang. Tiap pagi Adinda membersihkan rumah, mencuci baju, mencuci piring, menyirami bunga yang ada di halamannya, sedangkan Faiz ia membantu kakaknya membersihkan rumah.
Setelah kedua orang tua mereka berangkat bekerja di ladang, Adinda dan Faiz diam-diam pergi bermain. Adinda pergi ke taman bunga yang tidak begitu jauh dari rumahnya. Sedangkan Faiz, ia pergi menangkap burung di hutan bersama temannya. Biasanya burung yang berhasil mereka tangkap akan dibakar dan dimakan bersama-sama. Ketika Adinda sedang melihat-lihat bunga Adinda melihat seorang gadis kecil yang sedang menangis. Adinda mendekati anak itu itu dan bertanya" Hei, mengapa kamu menangis?" gadis kecil itu tak menjawabnya dan tangis gadis kecil itu semakin keras, Adinda bertanya kembali " Hei, Mengapa kamu menangis? Tenang saja aku bukan orang jahat kok, aku hanya ingin tahu mengapa kamu menangis. Mungkin aku bisa membantumu." gadis kecil itu berhenti menangis dan mengamati Adinda, gadis kecil itu menjawab " Benarkah kau bisa membantuku?" tanya gadis kecil itu kepada Adinda. " Tentu, aku akan membantumu semampuku" jawab Adinda bersemangat. Gadis kecil itu akhirnya bercerita kepada Adinda "Aku sebenarnya tinggal di desa seberang. Semula penduduk di desaku hidup tentram dan damai. Hingga pada suatu malam saat semua penduduk berpesta ria merayakan adanya kepala desa baru. Pada saat semua penduduk berdansa ria ada segerombolan binatang ganas yang menghisap darah para penduduk. Ketika itu aku bersama kakak perempuanku yang berada didalam rumah segara lari entah kearah mana. Aku dan kakak perempuanku lari dan terus lari, kami dikejar binatang itu. Akhirnya, kakak perempuanku memutuskan untuk berpencar. Dan hewan itu mengikuti kakak perempuanku. Dan sekarang aku sendirian tersesat disini dan tak punya apa-apa. Dan aku ingin menemukan kakak perempuanku dan keluargaku...!" dan tangis gadis kecil itu semakin menjadi-jadi " Bisakah kau membantuku?" tanya gadis kecil itu kepada Adinda. Adinda berfikir sejenak " Ehm..... mungkin aku bisa membantumu, kamu tidak punya tempat tinggalkan? Bagaimana kalau kau tinggal di rumahku?" kata Adinda menawari. " Oh, terimakasih tawarannya. Kalau boleh aku mau tinggal di rumahmu." Akhirnya gadis kecil itu tinggal di rumah Adinda.
Bersambung......
Teman-teman gimana ceritanya? Kalau jelek maklumi aja ya soalnya aku bukan penulis, lagian ini pertama kalinya aku bikin cerita bersambung. Mungkin lain kali aja aku lanjutin soalnya aku masih nyari ide untuk cerita ini agar lebih seru lagi, ok!
Hari ini di depan kantor Kecamatan Manguharajo akan ada Ludruk. Ya, ludruk itu sebagai acara untuk memperingatinya Hari Jadi Kota Madiun yang ke-92. Wah,.....pasti rumahku ramai karena rumahku tidak terlalu jauh dari kantor kecamatan tersebut. Aku juga bisa berkumpul bersama-sama dengan teman-temanku dan juga saudaraku. Enaknya ngapain ya.... Bagaimana kalau bikin cerita aja.... Nih, ceritanya....
Pada suatu hari ada sebuah keluarga kecil yang hidup sederhana di sebuah desa terpencil. Keluarga tersebut terdiri dari Ayah, Ibu, dan dua anak mereka. Anak mereka bernama Adinda dan Faiz. Adinda adalah gadis cilik yang pintar, rajin, baik hati, dan suka menolong. Adinda senang sekali dengan binatang dan bunga. Sedangkan Faiz adalah anak laki-laki yang tak jauh beda dengan sifat Adinda, hanya bedanya Faiz suka tantangan dan anak yang cerdas.
Pada pagi hari yang cerah Adinda dan Faiz disuruh orang tua mereka untuk menjaga rumah karena kedua orang tua mereka akan pergi ke ladang. Kedua orang tua mereka memang bekerja di ladang setiap hari sehingga Adinda dan Faiz menjaga rumah mereka sampai sore. Tetapi diam-diam Adinda dan Faiz pergi bermain jika orang tua mereka sudah pergi ke ladang dan mereka akan pulang sore hari sebelum orang tua mereka pulang. Tiap pagi Adinda membersihkan rumah, mencuci baju, mencuci piring, menyirami bunga yang ada di halamannya, sedangkan Faiz ia membantu kakaknya membersihkan rumah.
Setelah kedua orang tua mereka berangkat bekerja di ladang, Adinda dan Faiz diam-diam pergi bermain. Adinda pergi ke taman bunga yang tidak begitu jauh dari rumahnya. Sedangkan Faiz, ia pergi menangkap burung di hutan bersama temannya. Biasanya burung yang berhasil mereka tangkap akan dibakar dan dimakan bersama-sama. Ketika Adinda sedang melihat-lihat bunga Adinda melihat seorang gadis kecil yang sedang menangis. Adinda mendekati anak itu itu dan bertanya" Hei, mengapa kamu menangis?" gadis kecil itu tak menjawabnya dan tangis gadis kecil itu semakin keras, Adinda bertanya kembali " Hei, Mengapa kamu menangis? Tenang saja aku bukan orang jahat kok, aku hanya ingin tahu mengapa kamu menangis. Mungkin aku bisa membantumu." gadis kecil itu berhenti menangis dan mengamati Adinda, gadis kecil itu menjawab " Benarkah kau bisa membantuku?" tanya gadis kecil itu kepada Adinda. " Tentu, aku akan membantumu semampuku" jawab Adinda bersemangat. Gadis kecil itu akhirnya bercerita kepada Adinda "Aku sebenarnya tinggal di desa seberang. Semula penduduk di desaku hidup tentram dan damai. Hingga pada suatu malam saat semua penduduk berpesta ria merayakan adanya kepala desa baru. Pada saat semua penduduk berdansa ria ada segerombolan binatang ganas yang menghisap darah para penduduk. Ketika itu aku bersama kakak perempuanku yang berada didalam rumah segara lari entah kearah mana. Aku dan kakak perempuanku lari dan terus lari, kami dikejar binatang itu. Akhirnya, kakak perempuanku memutuskan untuk berpencar. Dan hewan itu mengikuti kakak perempuanku. Dan sekarang aku sendirian tersesat disini dan tak punya apa-apa. Dan aku ingin menemukan kakak perempuanku dan keluargaku...!" dan tangis gadis kecil itu semakin menjadi-jadi " Bisakah kau membantuku?" tanya gadis kecil itu kepada Adinda. Adinda berfikir sejenak " Ehm..... mungkin aku bisa membantumu, kamu tidak punya tempat tinggalkan? Bagaimana kalau kau tinggal di rumahku?" kata Adinda menawari. " Oh, terimakasih tawarannya. Kalau boleh aku mau tinggal di rumahmu." Akhirnya gadis kecil itu tinggal di rumah Adinda.
Bersambung......
Teman-teman gimana ceritanya? Kalau jelek maklumi aja ya soalnya aku bukan penulis, lagian ini pertama kalinya aku bikin cerita bersambung. Mungkin lain kali aja aku lanjutin soalnya aku masih nyari ide untuk cerita ini agar lebih seru lagi, ok!
Subscribe to:
Posts (Atom)
