Lullaby

My Picture

I'm short girl who has short hair and glasses. I'm fourteen going on fifteen years old. I live at small city in Indonesia. I love reading, eating, and ice cream. Leave a greeting in my chat box. Simple, unique, and weird.

More about me»

Temen-temen UASBN semakin dekat. Nih, aku kasih tips menjelang UASBN!
  • SIAPKAN MENTAL
  1. Jangan cemas
  2. Biasakan berlatih mengerjakan soal-soal atau ikuti Try Out untuk persiapan UASBN
  3. Kamu harus yakin kalau kamu pasti bisa menghadapi UASBN. Ucapkan selalu " Aku yakinaku pasti bisa mengerjakan UASBN."
  4. Berdoalah
  • JAGA KESEHATAN
  1. Berolahraga
  2. Makan-makanan bergizi
  • MALAM HARI MENJELANG UASBN
  1. Pastikan perlengkapanmu telah siap
  2. Jangan tidur terlalu larut
  • PAGI HARI
  1. Bangun lebih awal
  2. Jangan lupa sarapan ya!
  3. Minta doa restu kepada orang tua
  • KETIKA MENGERJAKAN UASBN
  1. Jaga baik-baik LJKmu
  2. Tenang jangan tegang
  3. Tetap konsentrasi
  4. Kerjakan dahulu soal yang kamu anggap mudah
Nah, semoga-moga tips ini berguna bagi teman-teman semua!

Nie, aku punya puisi karanganku sendiri. Baca dan cermati ya!

SAHABAT
Saat- saat bersama...
Tawa, tangis,suka maupun duka
Kita jalani bersama
Jarak, waktu, dan semua perbedaan
Tak menjadi penghalang bagi kita
Sapaan dan teguran darimu
Yang kudengar setiap hari
Suara yang indah darimu
Selalu ada dalam hatiku
Namun.....
Semua itu hilang begitu saja
Sapaan, teguran, dan suara indah darimu
Tak kudengar lagi
Sekarang hanya ada cacian dan makian
Yang kudengar darimu setiap hari
Kau menjerumuskanku ke dalam jurang dengan mudahnya
Hingga ku tak kuat lagi
Air mata yang kutahan selama ini
Keluar dengan deras
Tak bisa kubayangkan semua ini
Kau membuat luka yang dalam pada hatiku
Kau lakukan semua itu demi seseorang
Seseorang yang baru kau kenal
Kau lakukan semua ini demi sepeser uang
Tapi....
Aku tetap sabar dan tabah
Aku hanya bisa berharap dan berharap
Menyesal itu tak ada gunanya bagiku
Sahabatku....
Terimakasaih atas kebaikanmu dulu yang kau berikan
Aku tak akan melupakanmu walaupun kau melupakanku
Selamat tinggal sahabatku.....

Terimakasih ya teman-teman sudah baca puisiku. Yah, gak apa-apakan jelek! Namanya aja karangan sendiri! Teman-teman kasih saran atau komentar tentang karanganku ya!
Temen-temen Selamat Hari Kartini ( maaf telat ) dan Hari Bumi ya! Jaga baik-baik Bumi kita ya!
Ayo kita teladani perjuangan R. A. Kartini yang telah memajukan kaum wanita. Kaum wanita tidak harus kalah
dengan kaum pria ( ciee... gayanya ). Nie, aku kasih biografinya.
Raden Ajeng Kartini lahir pada tahun 1879 di kota Rembang. Ia anak salah seorang bangsawan yang masih sangat taat pada adat istiadat. Setelah lulus dari Sekolah Dasar ia tidak diperbolehkan melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi oleh orangtuanya. Ia dipingit sambil menunggu waktu untuk dinikahkan. Kartini kecil sangat sedih dengan hal tersebut, ia ingin menentang tapi tak berani karena takut dianggap anak durhaka. Untuk menghilangkan kesedihannya, ia mengumpulkan buku-buku pelajaran dan buku ilmu pengetahuan lainnya yang kemudian dibacanya di taman rumah dengan ditemani Simbok (pembantunya).

Akhirnya membaca menjadi kegemarannya, tiada hari tanpa membaca. Semua buku, termasuk surat kabar dibacanya. Kalau ada kesulitan dalam memahami buku-buku dan surat kabar yang dibacanya, ia selalu menanyakan kepada Bapaknya. Melalui buku inilah, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir wanita Eropa (Belanda, yang waktu itu masih menjajah Indonesia). Timbul keinginannya untuk memajukan wanita Indonesia. Wanita tidak hanya didapur tetapi juga harus mempunyai ilmu. Ia memulai dengan mengumpulkan teman-teman wanitanya untuk diajarkan tulis menulis dan ilmu pengetahuan lainnya. Ditengah kesibukannya ia tidak berhenti membaca dan juga menulis surat dengan teman-temannya yang berada di negeri Belanda. Tak berapa lama ia menulis surat pada Mr.J.H Abendanon. Ia memohon diberikan beasiswa untuk belajar di negeri Belanda.

Beasiswa yang didapatkannya tidak sempat dimanfaatkan Kartini karena ia dinikahkan oleh orangtuanya dengan Raden Adipati Joyodiningrat. Setelah menikah ia ikut suaminya ke daerah Rembang. Suaminya mengerti dan ikut mendukung Kartini untuk mendirikan sekolah wanita. Berkat kegigihannya Kartini berhasil mendirikan Sekolah Wanita di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah
“Sekolah Kartini”. Ketenarannya tidak membuat Kartini menjadi sombong, ia tetap santun, menghormati keluarga dan siapa saja, tidak membedakan antara yang miskin dan kaya.

Pada tanggal 17 september 1904, Kartini meninggal dunia dalam usianya yang ke-25, setelah ia melahirkan putra pertamanya. Setelah Kartini wafat, Mr.J.H Abendanon memngumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada para teman-temannya di Eropa. Buku itu diberi judul “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT” yang artinya “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Saat ini mudah-mudahan di Indonesia akan terlahir kembali Kartini-kartini lain yang mau berjuang demi kepentingan orang banyak
sumber : http://chrissanta.wordpress.com
.

Don't get close to me, but do not go far away.

FemInd Bloggers

Chat With Me

Search This Blog

Follow Me