CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Your Enemies.

Pernah gak sih kalian membenci orang lain, tapi lama kelamaan orang itu malah jadi deket sama kalian?

Yah, masalah ini sering terjadi padaku. Aku pernah beberapa kali merasa jengkel, benci, bete, bahkan menjauh. Tapi, beberapa bulan atau tahun kemudian aku pun menjadi teman dekatnya. Aneh kan? Entah mengapa aku gak pernah bisa punya musuh lama-lama. *jangan sampe deh punya musuh*

Hal sebaliknya pun juga kualami. Orang yang dulunya sangat akrab denganku bahkan dekat sekali, menjadi orang yang kujauhi. Bahkan menjadi musuh  paling menakutkan. Dia tahu apa yang kutakuti. Dengan itu jatuhlah aku dengan mudahnya.

Semenjak itulah aku memahami apa yang terjadi. Gak selamanya orang terdekatmu itu akan selalu baik padamu. Orang terdekatmu itu adalah musuh utama.

Dulu aku selalu mempercayai istilah sahabat yang setia kawan. Namun, itu terhapus begitu saja. Aku memang tetap mempunyai sahabat, tapi aku tidak sepenuhnya terbuka pada mereka. Tapi, sahabat tetaplah sahabat. Aku tetap memperlakukan mereka lebih dari teman. 

Hidup tanpa musuh itu bagaikan masakan tanpa garam. Terasa hambar begitu saja. Tidak ada persaingan, tidak ada kompetisi, tidak ada adrenalin, tidak ada rintangan, dll.  

Dengan musuh aku dapat mengetahui kelemahanku. Kenapa? Karena aku tahu mereka pasti mencari celah kelemahanku untuk menjatuhkanku begitu saja. Dengan begitu aku akan berusaha bangkit dan mencoba menutupi kelemahanku. Tentu saja kita tidak akan menghapuskan kekurangan kita begitu saja. Karena manusia itu tidak ada yang sempurna, tapi berusahalah kita untuk menjadi yang terbaik. 

Well, lebih baik kita tidak memanggil orang yang kita benci sebagai MUSUH, anggap dan sebutlah ia sebagai SAINGAN. Dengan begitu kita dapat bersaing untuk saling menjadi yang terbaik.


Sun Tzu - The art of war.
"If you know the enemy and know yourself, you need not fear the result of a hundred battles. If you know yourself but not the enemy, for every victory gained you will also suffer a defeat. If you know neither the enemy nor yourself, you will succumb in every battle."

Well, it's meant you have to know what your enemy, learn what your enemy think. But, you've to know about yourself, too. Use your ability and your talents to fight them.







Ah, You;ve to keep your friends. They can help you a lot. But, you've more to keep you enemies closer, they can hit you in he back. You've to awake to control the situation.
Keliatannya nih pada gencar bikin Blog deh... Temenku si Uli dan Unon udah pada bikin blog baru. Blog mereka gak kalah seru lhoo... 
Kunjungi blog seru mereka!!!

Kalimat itu Datang Lagi

Komentar yang paling aku benci terngiang lagi dipikiranku. Selalu kalimat itu, itu, dan itu lagi!

"KAMU ITU SEBENERNYA PINTAR, SAYANGNYA KAMU MALES AJA"

Komentar ini diucapkan ayahku ketika aku masih SD, kelas 4. Aku lagi gak bisa konsen sama materi Matematika yang bikin frustasi di jaman itu. Apalagi besok udah Ulangan Akhir Semester untuk mapel. Yang aku lakuin cuman mondar mandir, duduk, berdiri, bangun, tidur, jungkir, balik, nungging, jongkok, tetep gak bisa konsen dan materi satu pun gak ada yang masuk. Tapi, dengan semangat '45 aku tetep mantengin thu buku Matematika yang udah aku coret-coret gambar kucing, kupu-kupu, bunga, pohon, dll *emang loe kira ini buku gambar apa?* Tapi, sumpeh dua jari deh, buku mapel SD terutama matematika pasti aku gambarin. Yaahhh.... memprihatinkan aja kalau thu buku isinya angka-angka doang. Kalo dilihat kan kurang berseni gitu.. hhehe

Well, udah putus asa banget sama Matematika aku hanya pasrah. Pokoknya aku udah berusaha belajar matematika dengan niat. Subuh-subuh gtiu aku bangun buat belajar matematika lagi. Mending lah dari pada kemarin, materi ada beberapa yang masuk. Sampe ortuku heran, kesambet apa lagi nih anaknya subuh gini udah bangun. Belajar matematika lagi, mengakhawatirkan sekali buat anak yang gak pernah belajar! Ayahku bilang "Rajin amat anakku yang satu ini, subuh gini udah belajar" yang kubalas hanya dengan cengiran aja.

Seminggu sudah Ulanganku akhirnya berakhir. Tinggal nunggu hasilnya aja. Gara-gara ulangan, penyakit mag ku kambuh. Aku gak bisa masuk sekolah hari itu. Tapi, siangnya guruku datang kerumah. Waktu itu aku masih tidur, tapi masih denger sedikit-sedikitlah apa yang dibicarain.

"Bu, hasil ulangannya ocha bagus-bagus. Bahkan ada beberapa yang nilainya 100"
"Wah, masa sih bu? Padahal dirumah jarang belajar. Cuman matematika aja yang waktu itu belajar rajin" aku diem-diem nyengir
"Lha ini, Matematika, IPS, B.Indonesia... dapet nialai 100. Padahal sering saya terangin thu anaknya rame sendiri" Hadeh... kalau yang itu mah kok pake diomongin segala sihh... Bisa mampus deh nanti kalo udah kedengeran ayahku.

Sorenya ayahku cuman senyam-senyum sendiri liat hasil ulangan matematikaku. "Nah, kamu thu lho ya ca... Kalo kamu mau pasti bisa, sayangnya kamu thu kebanyakan malesnya" heeeeehh!! males langsung deh aku dengerinnya...

Gak hanya itu, waktu tes RSBI SMP masa-masa yang paling bikin perut senep. Pertama-tama sih pesimis banget, aku gak yakin bakal keterima kalo liat sainganku dari SD maju semua. Ternyata aku lolos, ayahku bilang gitu lagi "Kamu thu jangan males-malesan gitu, liat deh kalo kamu rajin kamu pasti keterima kan?" Komentar itu lagi...

Belum lama ini si Tata komentar gitu lagi...
Waktu itu aku nunjukin hasil batik karyaku yang semalem suntuk aku buat kayak orang gila. Masa 1 jam gitu aku cuman bisa mantengin thu buku gambar yang masih melompong. Dan selanjutnya aku ngerjain kayak orang kesetanan selama 3 jam. Entah mengapa ide-ideku datangnya gerudukan. Jadi bingung mau pilih yang mana.. hanya dengan mengandalkan imajinasi seorang pembaca novel yang juga gemar nonton film kartun anak-anak. Si Tata komentar "Gini nih, kalo penyakit rajinnya kumat" Jedeerrr!! Langsung keinget sewaktu pelajaran kita berdua pada pusing sama soal-soalnya. Cuman aku niat banget sampe-sampe buku pelajaran yang isinya tulisan-tulisan doang aku baca dari awal sampe ujung-ujungnya segala. Dan hasilnya kami selesai juga..! Dengan entengnya si Tata yang dari tadi gak bantu mikir sama sekali bilang "Oca, sebenernya kamu thu pinter lho, tapi kalo aku lihat kamu thu sering males aja.."Nggiiiiiingggg!!!! Kupingku serasa keluar asepnya... Komentar itu lagi keluar dari mulut Tata,

Entah mengapa komentar itu kerasa kayak menjatuhkan derajatku. Kalo aku pinter ya udah sebut saja aku pinter! Gak usah dibikin kalimat kayak itu.
Tapi, kadang kala kalimat itu makin memotivasi hatiku. Ketika aku malas, kalimat itu datang ke pikiranku. Akhirnya aku jadi semangat lagi. Begitulah seterusnya...

Kisah Anak yang Kehilangan Tangannya

Ini nih cerita yang bikin aku terharu...
Aku jadi inget cerita ini waktu baca postingan si Unon tentang ayah. Nih, simak ceritanya!


Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan mobil1.jpg, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja motor.jpgkarena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini !!!” …. Pembantu rumah yang tersentak engan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah adam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘ Saya tidak tahu..tuan.” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik …kan!” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya . Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.

Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak.

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas. “Kasih minum panadol aja ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.

Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…”Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.

Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. “Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah..sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

“Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti ?… Bagaimana Dita mau bermain nanti ?… Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi, ” katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf…Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi…, Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya....

Mengharukan banget kan? Bagi semua sebaiknya pikir-pikir dulu deh sebelum bertindak. Apalagi kalo lagi emosi, dinginin hati dulu. Gak mau kan apa yang udah kita lakuin dengan terbawa emosi bakal merugikan kita dan orang lain. 

I want it, Babe!



Hey, Looks! Isn't this picture looks so fun?  I just found it in Internet. And I remember that I never go to the beach. I'm so pity, right? I Live in troupist country, but I never go to the beach.
Hope I can go to the beach in this year, and I want to take a photo like this picture. It's pretty cool if my friends join with me!

Kurang Kerjaan

Hey yah!! Udah gak keitung berapa lama aku gak posting. Kangen banget deh sama blogku tersayang. Sengaja mau ngeblog kilat berkat malakin laptopnya temenku. Males banget deh ngeblog dirumah. Oh ya, mau  nyeritain tentang kegiatan konyolku di sekolah bareng Tata.

Kekonyolanku bareng Tata yang pertama:
Tiap bosen sama guru yang nerangin pasti langsung gosip hal yang gak biasa. Ini nih bedanya, biasanya anak-anak lain bakal gosipin kejelakannya temen yang mereka kenal. Kalau kita gosipin tentang orang yang gak kita kenal. Nah loh? Bingung kan? masa kita gak kenal aja udah bisa gosipin orang itu. Maksudnya itu, kita gosipin tentang artis, penyanyi, pemerintah, dll. Bahkan pernah waktu diterangin pelajaran Pkn, kita gak mudeng dan udah ngantuk berat malah gosipin tentang kerajaan Inggris. Sampai debat segala.

Kekonyolan yang Kedua:
Kalau gak ada pelajaran atau gurunya lagi sibuk, Tata biasanya bakal bawa laptop. Jujur aja ya, aku agak pusing lihat File di laptopnya. Percaya gak percaya 98% isinya tentang Super Junior semua!! Yaahh... walaupun gitu ada manfaatnya deh... Dia bakal nyetel video SuJu dan KITA NYANYI BERSAMA!!!! Kalau gak nyanyi sih niruin dance SuJu. Orang Gila banget kan?!

Kekonyolan yang Ketiga:
Kalau ini mah agak bosenin sebenernya. Tata bakal twitteran sedangkan aku cuman numpang nimbrung. Tapi, dari situ dan secara gak langsung aku bakal tau segala gosip tentang K-Pop. Sering-sering sih banyolanku keluar. Sampai tentang masalah asal muasal penyakit AIDS kita panjang-panjangin sendiri thu asal usul.

Kekonyolan yang Keempat:
Nah, ini narsis tingkat akut. Kita bakal bikin cerita sinetron yang dramatis dan super norak abis waktu gak ada pelajaran ataupun disela-sela pelajaran. Seringnya aku bakal jadi cowok sedangkan Tata bakal jadi cewek. Yang sering kami mainkan biasanya sinetron tentang anak remaja jatuh cinta pada pandangan pertama *norakbanget*. Kalau gak gitu tentang perkelahian yang pasti ada aja adegan tampar menampar. Gak tau apa dasarnya si Tata ini Lola atau hanya refleks, tiap aku nampar pake tangan kiri malah nengok ke kanan.

Ayo Coba!

Ini tes aku nemuin di internet... Seru lhoo... Ayo coba..

Peserta harus berjanji :
~Jangan Membaca JAWABAN di bawahnya terlebih dahulu.
~Isi dulu Instruksi yang di minta
~Baca satu demi satu paragraph dengan teliti.

Bahan :
1.Pensil / Bolpen
2.Selembar Kertas

SELAMAT MENCOBA !

1.Pertama-tama tulis angka 1 sampai 11 di kertas secara vertical (kebawah)
2.Tulis angka yang kamu suka (antara 1-11) di nomor 1 dan 2.
3.Tulis 2 orang nama (lawan jenis)yang kamu kenal,masing-masing di
no. 3 dan 7.
4.Tulis 3 orang nama (sesama jenis) yang kamu kenal di no. 4,5,dan 6.
5.Di no. 8,9,10,dan 11 tulis judul lagu yang berbeda-beda.
6.Terakhir , tulis permohonan kamu.













Di bawah ini jawabannya :


1.Anda harus memberi tahu ke orang yang anda tulis di nomor.7 tentang Psikotest ini.

2.Orang yang anda tulis di nomor.3 adalah orang yang anda cintai.

3.Orang yang anda tulis di nomor.7 adalah orang yang anda suka tetapi bertepuk sebelah tangan.

4.Orang yang anda tulis di nomor.4 adalah orang yang anda rasa penting bagi hidup anda.

5.Di nomor.5 adalah orang yang paling mengerti tentang anda.

6.Orang yang anda tulis di nomor.6 adalah orang yang membawa keberuntungan bagi anda.

7.lagu yang anda tulis di nomor.8 adalah lagu yang ditujukan untuk nomor.3

8.Lagu yang anda tulis di nomor.9 adalah lagu yang ditujukan untuk nomor.7

9.Lagu yang anda tulis di nomor.10 adalah lagu yang melukiskan apa yang ada di hati anda.

10.Terakhir,lagu yang anda tulis di nomor.11 adalah lagu yang melukiskan kisah hidup anda..

Gimana? Ada yang benar gak?Kalau jawabanku sih ada yang bener ada yang enggak...
........



.......



......



.......



Inilah Jawabanku.

1. 9

2. The Lucky 7

3.***** (disensor, bisa marah orangnya kalau pas baca blog ini)

4. Oky (kakakku)

5. Tata

6. Unon

7. **** (disensor, bisa jadi gosip yang gak bener)

8.  If I Ain't Got you - Alicia Keys

9. The Call - Regina Spektor

10. Kecewa - BCL

11. Bound To You -  Christina Aguilera

Permohonanku : Yah, semoga test ini gak berakibat yang aneh-aneh.

Yah.... itulah jawabanku, walaupun permohonannya agak nyeleneh.

MOTHER'S DAY

 

HAPPY MOTHER'S DAY EVERYBODY!  Sorry banget telat ngucapinnya. Bagi semuanya, sudahkah kalianngucapin "Selamat Hari Ibu" kepada ibu kalian?
Jangan meremehkan seorang ibu. Bagaimana pun keadaannya kalian semestinya menghormatinya. Kalau dinasehatin ibu jangan membantah. Karena Beliau sudah mengenalmu. Beliau pernah muda, tapi kamu belum pernah tua kan? So, cintailah ibumu seperti kuku yang dipotng tumbuh lagi, dipotong lagi tambuh lagi.

Yah, ada beberapa cerita yang pingin aku share menyangkut hari ibu.Jadi begini ceritanya...

2 hari sebelum hari ibu aku sudah membuat rencana bersama seorang temanku. Kami akan membeli setangkai bunga mawar untuk ibu kami. Jadinya biar surprise kami berencana membeli bunga dengan bersepeda. Yah... apesnya kala itu aku lagi puasa nazar, mau gak mau kudu nahan capek sama haus. 

Pagi itu di hari Ibu, aku udah berselisih dengan ibuku masalah dengan apa aku pergi berangkat sekolah. Ibuku bilang sebaiknya aku berangkat dengan diantar karena aku masih puasa. Sedangkan aku ngotot naik sepeda sekalian beli bunga sama temenku tapi alasan yang kubilangkan ke ibuku kalau aku lagi gak pingin dianter, mesti jemputnya telat kalau gak gitu aku disuruh pulang jalan kaki *ini kenyataan lhoo*. Nah loh? mending naik sepeda kan dari pada capek jalan kaki disiang bolong gitu. Akhirnya, dengan nekat aku naik sepeda berangkat sekolah. Gila... baru setengah jalan aja udah ngos-ngosan gak karuan, tapi namanya udah ada niat ya lautan pun diterjang dan gunung pun di daki *cielah bahasanya*

Sepulang sekolah aku dan temanku naik sepeda menuju ke toko bunga. Yang aslinya kita berdua gak tau jalan cuman ngandelin insting aja. Aku gak nyangka ternyata mataharinya terik banget, udah pake jaket tapi lupa gak pake topi. Sampe rambut sama jidatku terasa kayak dipanggang *ok, stop curhatnya*. Tapi, sebelum ke toko bunga yang ternyata jalannya kudu muter jalaran jalannya yang satu arah, temenku mau mampir ke toko roti dulu (sekalian lewat). Dan ternyata itu toko roti yang aku cari-cari dari dulu karena aku naksir pudingnya. Pinginnya sih sekalian beli puding buat disandirkan ama bunga, kan cakep jadinya.Tapi apa daya... Ternyata harganya ngepas banget sama duit yang kubawa. SIAL. Padahal dari rumah udah niat bawa jumlah uang 2 kali lipat. Yah... akhirnya cuman bisa bayangin aja. Langsung aja deh aku sama temenku *padahal pake kata ganti kami lebih efektif* meluncur ke toko bunga. Saat udah sampe ke toko bunga rasanya pingin banget aku sujud syukur karena perjalanannya gak mudah. Udah panas, haus, capek ngontelnya, laper, rambut baunya udah gosong, sekarat *yang ini jelas gak mungkin*. Dengan penuh harap bisa dapet bunga mawar yang cantik, kami melangkah masuk ke toko bunga. "Mau beli bunga dek? Bunganya udah habis." kata penjual bunga. NJRIT!!! Sial kuadrat banget nih kami!! Udah perjuangan banget mau beli bunga, eh malah bunganya habis. Apes banget... Tau gitu kan aku bakal beli puding aja di toko yang tadi. Dan kita (bukan kita sih, cuman aku. Soalnya temenku udah dapet roti) gak punya pilihan lain selain beli bunga kuning palsu. Dari pada gak ada hasil, mending bawa bunga walaupun bunga imitasi.

Perjalanan pulangnya yang lebih menderita lagi. Kami berpisah di tengah jalan gara-gara arah rumah kami berbeda. Karena hati lagi dongkol aku pun mengayuh sepeda dengan sekuat tenaga. Di jalan aku ngedumel sendiri "Sial banget sih hari ini. Lagi puasa bukannya dapet kemudahan malah dapet kesulitan. Ahh... sabar aja. Namanya aja cobaannya orang puasa kali ye?" Apesnya lagi saat ngedumel di pemberhentian lampu merah yang aku kira lagi sepi, ternyata ada anak SD disampingku yang ngelihat aku dengan pandangan aneh. Karena gak mau menganggung malu aku pun menatap sinis anak itu "Apaan dek liat-liat? Gak pernah tau orang dongkol?" tanyaku marah. Anak SD itupun hanya ngelihat aku tambah aneh sambil geleng-geleng. Tanpa pikir panjang aku pun melaju saat lampu hijau menyala. Hufh.... teriknya matahari lebih panas lagi karena aku pulang langsung menghadap ke arah matahari. Saat ngelewatin tukang jualan minuman es sempet mau ngiler dan punya niat batalin puasa. Tapi, karena aku anak yang beriman dan udah niat aku gak bakal batalin puasa *anak PD kuadrat* . 

Yippieee...!!! Sampe rumah aku kira bakal menjadi akhir penderitaanku ternyata belum. Aku langsung menuju ke kamar buat ganti seragam, ternyata ibuku mengomeliku tanpa basa basi. Gile aja, belum ada 5 menit dirumah udah diomelin. Pingin rasanya pingsan aja tapi kok gak bisa pingsan. Lebih kagetnya lagi waktu ngelihat kaca dikamar, wajahku udah gosong banget.Tanpa pikir panjang pun aku beranjak tidur dan gak dengerin omelan ibuku lagi. Masa bodo ama omelan ibuku. Dan ujung-ujungnya aku ngasihin bunga ketika bangun tidur dan rambut berantakan.. Gak ada bagusnya suasana waktu itu...